Lingga Deklarasikan Damai Pasca Pemilu Serentak Tahun 2019

Diposting pada

 

Lingga (Media Center) – Pasca Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang dilaksanakan serentak beberapa waktu lalu, Pemkab Lingga, melalui Badan Kesejahteraan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar acara Deklarasi Indonesia Damai, yang dilaksanakan di Gedung Nasional Dabo Singkep. (25/04/2019)

Tampak hadir pada acara tersebut, Asisten Pemerintahan Kabupaten Lingga, Komisioner KPU, Kapolres Lingga, Danlanal, Komisioner Bawaslu, Pabung TNI mewakili Kodim,  Kepala Bakesbangpol, Para Kepala OPD,  perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Negeri,  Perwakilan KPPS, tokoh masyarakat, serta  camat setempat.

Dengan suasana hangat, acara yang mengusung persatuan dan perdamaian pasca pesta demokrasi ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menyatukan rasa kebangsaan seluruh peserta yang hadir. Serta dilanjutkan dengan pembacaan doa, sebagai bentuk pengharapan rahmat dan berkah untuk kelancaran acara yang sedang berlangsung.

Selanjutnya, mewakili Bupati Lingga, Asisten Pemerintahan Kabupaten Lingga, H.Rusli; menyampaikan sambutannya. Beliau menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh aparat kemananan dan juga TNI yang bekerja bahu membahu untuk mengamankan proses jalannya pemilu.

“Bapak-Bapak Polisi kita sudah bekerja dengan maksimal, sampai saat ini masih ada saya lihat standby di lokasi tersebut untuk menjaga keamanan. Juga TNI, dari Lanal juga, serta tidak lupa kepada Satpol PP yang juga ikut menjaga keamanan,” kata beliau.

Beliau juga berterimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang sangat antusias mengikuti pemilihan serentak pada tahun ini. Bahkan menurut beliau, persentase keikutsertaan masyarakat pada pemilu tahun ini sangat tinggi.

“Yang tidak kalah pentingnya, petugas penyelenggara pemilu itu sendiri, mulai dari desa, sampai kepada ibu kota Kabupaten, bahwa mereka sudah bekerja baik dan sangat maksimal, hingga tidak ada kendala apapun,” kata beliau bangga.

Beliau juga berterimakasih kepada partai peserta pemilu yang sudah menginstruksikan kepada pengikut dan simpatisan partainya agar pemilu tahun ini bisa berlangsung damai.

Beliau berharap, semoga pemilu tahun ini bisa membawa keadaan yang lebih baik bagi Kabupaten Lingga. Selain itu, Ia juga berharap dengan adanya kegiatan deklarasi damai ini, tidak ada lagi riak-riak yang lain.

“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada tokoh-tokoh masyarakat kita yang sudah mendukung pemilu damai dan mereka bahu-membahu, mulai dari Dapil 1, Dapil 2 dan 3, semuanya aman terkendali. Itu memang yang kita kehendaki. Kami dari Pemerintah Kabupaten Lingga, mengucapkan ribuan terimakasih,” kata beliau menutup sambutannya.

Selanjutnya penyampaian sambutan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lingga, yang dalam hal ini diwakili oleh Komisioner KPU, Zulyadin.

Beliau menjelaskan bahwa, pihaknya selaku penyelenggara Pemilu bersama-sama dengan Badan Pengawas Pemilu, sebelumnya telah melaksanakan beberapa tahapan. Salah satu tahapan yang cukup menguras tenaga dan pikiran ialah pemuktahiran data pemilih. Yang kedua adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dua tahapan ini kami anggap penting, karena pemilu tahun 2019 ini bebeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Dimana pada pada pemilu sebelumnya, antara pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tidak disamakan, ada perbedaan waktu pelaksanaanya,” kata beliau.

Namun pada pemilu kali ini, sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 7 Tahun 2017, yakni pelaksanaan pemilihan umum dilaksanakan secara serentak. Artinya pada pemilihan kali ini yang awalnya ada 4 suara, sekarang pada tahun 2019 ada 5 surat suara. Penambahan surat suara ini, juga berdampak kepada volume beban kerja ditingkat KPPS, kata beliau menambahkan.

Kemudian, beliau menginformasikan bahwa untuk pemilu kali ini, animo masyarakat untuk mengetahui hasil dari penghitungan suara sangat tinggi, seperti yang dapat kita lihat melalui media sosial yang akhir-akhir ini marak membicarakan hal tersebut.

Beliau juga mengabarkan, bahwa pihaknya sebagai penyelenggara pemilu, terutama petugas-petugas di KPPS, hingga saat ini masih berjibaku bersusah payah, bahkan hingga berdampak kepada kondisi fisik para petugas. Sebagai informasi, hingga hari ini ada 144 orang petugas yang sudah meninggal dunia. Itu belum termasuk korban jiwa dari pihak pengamanan. Selain unik dan kompleks, pemilu kali ini juga menjadi perhitungan dunia internasional.

“Kami selaku penyelenggara, sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada seluruh petugas pengamanan, baik itu dari Polri, TNI maupun Linmas, yang sudah ikut aktif memberikan bakti dalam rangka menciptakan suasana yang aman dan damai, dalam rangka menjalankan tugas untuk mengamankan jalannya pemilu tahun ini.”

Selanjutnya beliau mengabarkan, bahwa saat ini tahapan dari KPU, dimana dari PPK sedang melakukan rekapitulasi penghitungan suara ditingkat kecamatan. Untuk itu, pihaknya memohon doa, agar teman-teman PPK khususnya yang saat ini sedang melaksanakan tugas, agar dapat diberikan kekuatan, kesehatan dan kemampuan dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Ada beberapa kecamatan yang telah selesai melaksanakan rekapitulasi, yakni ada 4 kecamatan. Sedangkan 4 kecamatan lainnya masih menyisakan sedikit rekapitulasi ditingkat kecamatan.

Selanjutnya, hasil rekapitulasi dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lingga diserahkan kepada KPU Kabupaten Lingga untuk dilaksanakan rekapitulasi ditingkat Kabupaten.

“Insyaallah sesuai rencananya, kami akan melaksanakan rekapitulasi suara pada tanggal 5 ataupun tanggal 6 Mei mendantang.” kata beliau menambahkan.

“Mungkin sebagian besar kita, terutama dari pengurus partai sudah banyak yang mengetahui, hasil perhitungan pemilu melalui saksi-saksinya yang ditempatkan di setiap TPS. Namun marilah kita sama-sama menghormati keputusan KPU, dengan menunggu pengumuman resmi dari kami. Yakni sekitar tanggal 5 atau 6, khusus untuk penetapan calon terpilih untuk DPRD Kabupaten Lingga” kata beliau menutup sambutannya.

Senada dengan sambutan-sambutan sebelumnya, penyampaian sambutan oleh Kapolres Lingga, AKBP Joko Adi Nugroho juga berisi apresiasi terhadap semua pihak yang mendukung berjalannya pemilu dengan damai di Kabupaten Lingga. Terutama kepada seluruh anggota Polri dan TNI, juga dari Satpol PP dan Linmas yang sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik.

“Tahapan pemilu tahun ini sangat panjang, yakni dimulai pada tahun lalu, hingga saat ini sudah mencapai satu tahun lebih satu bulan. Tentunya sudah bukan merupakan tugas lagi, tapi sudah berubah menjadi pengorbanan, pengorbanan waktu, uang dan tenaga,” kata belau menjelaskan.

Pada kesempatan ini, beliau mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Bunda Tanah Melayu untuk membangun aura kebersamaan, menularkan hangat kebersamaan, dengan pengorbanan kita semua mulai dari Polri, TNI, Kejaksaan, Satpol PP, terutama aparatur pemerintahan Kabupaten Lingga, serta perwakilan dari tokoh-tokoh masyarakat untuk bersatu padu merapatkan barisan untuk kedamaian Indonesia.

“Saya selaku Kapolres Lingga, bersama Danlanal, Pabung Kodim 105, Danramil Dabo Singkep, teman satpol PP, tokok masyarakat, serta aparatur pemerintahan Kabupaten Lingga, mari kita mengajak masyarakat untuk menyambung langkah-langkah kedepan untuk pemilu kedepan, berakhir dengan damai. Apapun hasilnya, yang menang adalah rakyat Indonesia, siapapun yang menang, hasilnya adalah untuk kepentingan bangsa, bukan untuk kepentingan golongan ataupun kepentingan pribadi,” kata beliau menutup sambutannya.

Inti Indonesia damai setelah pemilu adalah mampu menerima kekalahan diri atau partai, sebagai patriot sejati, tidak mencari-cari dan membuat hoax atau menggiring opini dengan pembunuhan karakter, berjiwa besar dengan mengutamakan kepentingan daerah dan negara diatas kepentingan diri dan kelompok, serta toleransi terhadap berbagai perbedaan selama masa kampanye yang lalu. Juga mampu menahan diri untuk tidak melakuukan hal-hal yang berimplikasi anarkis nantinya.

Perhelatan Pemilu sudah berakhir, mari kita jaga situasi aman, damai dan kondusif ini demi mengisi pembangunan. Terlalu mahal harga yang harus dibayar, jika keutuhan dan ketenangan ini terusik oleh sesuatu yang tiada berguna.

Acarapun ditutup dengan pengucapan deklarasi damai secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang hadir, dan disudahi dengan penandatanganan spanduk deklarasi damai. (MC)

Tinggalkan Balasan