Gubernur Kepri Hadiri Halal Bihalal di Desa Sungai Besar

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Setelah membuka secara resmi Sungai Besar Cup I di Lapangan Bakul Bertuah beberapa saat lalu, kini Gubernur Kepri beserta rombongan bertolak ke masjid Babussalam Desa Sungai Besar untuk memenuhi undangan Halal Bihalal bersama masyarakat setempat.

Diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh salah satu Dewan Hakim MTQ provinsi Kepri asal desa Sungai Besar, acara tersebut berlangsung penuh hikmad dan antusias dari masyarakat setempat.

Kemudian, setelah mendengarkan qalam Ilahi tersebut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sekda Lingga, yang sejak semula turut bersama beliau pada acara pembukaan turnamen sepak bola.

Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Lingga yang sedang ada urusan di luar daerah. Ia mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Kepri beserta rombongan ke Kabupaten Lingga.

“Merupakan berkah bagi kampung ini atas datangnya Gubernur ke daerah kami. Hal ini merupakan salah satu bukti, bahwa Lingga mendapatkan perhatian yang luar biasa dari pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat setempat untuk senantiasa mendoakan para pemimpin, terutama untuk Gubernur Kepri agar senantiasa diberikan kesehaatan, dan kesempatan, serta awet dalam kepemimpinannya.

Beliau pun sempat melontarkan pujian kepada Gubernur Kepri yang merupakan salah satu pemimpin tawadhu di negeri ini. Hal itu ditunjukkan dengan aktifitas yang sudah menjadi ciri khas Gubernur Kepri yang selalu menunaikan sholat subuh keliling.

Ia berharap kedepan, semoga pemkab Lingga bisa meniru langkah Gubernur Kepri untuk meningkatkan kesejahteraan para tokoh agama dan imam masjid di Kabupaten Lingga.

Kemudian seperti biasa pada setiap kunjungan Gubernur Kepri, pada kesempatan itu juga disampaikan bantuan kepda para pengurus masjid, Imam dan Muazin di masjid Babussalam desa Sungai Besar. Selain itu, pihaknya juga memberikan sumbangan untuk kas masjid dan anak-anak berprestasi yang hadir pada acara tersebut.

Nurdin Basirun yang juga berkesempatan menyampaikan tausiyahnya pada halal bilahalal tersebut mengungkapkan bahwa kontribusi masyarakat di bidang agama sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan adanya salah satu dewan hakim MTQ tingkat provinsi Kepri, serta ada Qori dan Qoriah yang berasal dari Lingga yang mengagumkan nama Indonesia di kancah internasional, juga ada tiga beradik yang berasal dari Dabo yang juga berpresitasi di Provinsi dan nasional. Beliau secara pribadi sangat bersyukur atas hal itu.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Sekda Lingga yang masih lengkap berpakaian dinas hingga malam hari, yang sedari tadi mendampingi beliau. “Ini merupakan satu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,” ungkapnya.

“Kita maklumi kesibukan bupati yang rajin mencari investasi dan berhubungan keluar, juga kepada wakil bupati yang senantiasa mengayomi dan memotivasi masyarakat dalam bidang agama. Layaknya sebuah tim, kita semua berbagi tugas untuk kemajuan daerah,” kata beliau.

Sempat menyinggung masalah jalan, Gubernur Kepri menyampaikan ungkapan syukur atas kondisi jalan yang semakin membaik. “Dulu rusak sane sini, sekarang dah belinyang wai,” kata beliau sembari berkelakar.

“Insyaallah, dengan transportasi yang lancar di Kabupaten Lingga, potensi pariwisata, pertanian dan perikanan yang cukup bagus di Lingga bisa ikut terangkat,” harapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir, agar saling membantu antar sesama, terutama bagi yang bertetangga. Karena menurut beliau, Allah lebih cinta kepada orang yang mempunyai kasih sayang kepada tetangga dan saudara.

“Kecantikan, harta dan kekayaan tak akan dibawa mati,” kata beliau diakhir tausiyahnya.

Diketahui hadir pada acara tersebut Asisten 1 Pemkab Lingga, sekretaris Dispenda Kepri, Kadis Pemuda dan Olahraga Kepri, ketua KNPI beserta anggota, ketua LAM setempat, Danramil, Kades Sungai Besar, Sekcam Linggut, Camat Katang Bidare, Kapolsek Lingga, tokoh pemuda, pengurus dan imam masjid, dewan hakim provinsi Kepri serta masyarakat setempat. (RS)

 

 

Tinggalkan Balasan