Bupati Lingga hadiri World Aquaculture Society Conference di Tamil Nadu,India

Diposting pada


Lingga (Media Center) – Bupati Lingga bersama Plt. Kepala Badang Kesatuan Bangsa dan Kepala Bidang Perikanan Budidaya serta satu orang pelaku usaha pembudidayaan ikan Sdr. Mukhti, atas undangan World Aquaclture Society (WAS) Conference Manager tanggal 28 Mei 2019, menghadiri ASIAN PACIFIC AQUACULTURE 2019 (konferensi dan eksposisi) di Chennai Trade Centre, Tamil Nadu, India yang merupakan salah satu dari 29 negara bagian di India dengan ibukotanya yang bernama Chennai. (24/06/2019)

ASIAN PACIFIC AQUACULTURE 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 19 hingga 21 Juni 2019 ini, menampilkan sesi teknis dan lokakarya yang mencakup hampir semua aspek akuakultur di seluruh dunia. Beberapa profesional internasional hadir untuk mempresentasikan penelitian terbaru dan investigasi pada aspek teknis dan praktis dari akuakultur. Di samping itu, juga terdapat stan-stan pameran produk barang dan jasa terkait perikanan budidaya dari seluruh dunia terutama lokal India, salah satunya stan perusahaan KK Lifesciences yang menyediakan produk mesin pembuat pakan ikan. Produk ini menarik perhatian karena Kabupaten Lingga saat ini sedang merencanakan untuk membuat pabrik pakan ikan mandiri.

Kamis malam (20/6/2019) Bupati Lingga dan rombongan melakukan pertemuan dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Kementerian Perdagangan Republik Indoneisa yang berada di Chennai, The Tamil Chamber of Commerce (Kamar Dagang Tamil), dan calon investor India. Pada kesempatan ini, Bupati Lingga untuk mempromosikan potensi investasi daerah seperti pasir silika dan lain-lain. Melalui ITPC Chennai, Bupati Lingga mengajak calon investor untuk berinvestasi di Indonesia khususnya di Kabupaten Lingga.

Hari Jumat, seharian penuh, Bupati Lingga dan rombongan melakukan kunjungan ke Growel Feeds Pvt Ltd di Chevuru Village, Sriharipuram Panchayat, Mudinepally Mandal, Singarayapalem, Andhra Pradesh 521329, India. Di tempat ini, kepada Bupati Lingga dan rombongan ditunjukkan fasilitas-fasilitas modern perusahaan: laboratorium hama dan penyakit ikan, pendederan ikan dan udang, produk dan pabrik pakan, proses pengolahan dalam pabrik frozen shrimp (udang beku), tambak percontohan perusahaan, dan tambak masyarakat lokal yang menggunakan pakan perusahaan Growel (Nutriva F15) yang mana dalam waktu 30 hari bisa menghasilkan udang ukuran konsumsi (size 80).

Perlu diketahui bahwa, India merupakan negara terbesar di kawasan Asia Selatan, dengan penduduk 1,2 milyar jiwa. Secara geografis, jarak Indonesia dengan India tidaklah terlalu jauh, bila tersedia penerbangan langsung antara Indonesia (Medan) ke India (Chennai), mungkin cukup ditempuh dalam waktu 3,5 jam saja.

Dalam 5 tahun terakhir, perekonomian India tumbuh cukup mencengangkan dengan pertumbuhan rata-rata lebih dari 8% pertahun. Dengan demikian, banyak rumah tangga di India memperoleh penghasilan yang lebih baik dan dengan sendirinya juga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Kabar positif itu menjadi motivasi Bupati Lingga untuk membawa hasil kunjungannya kembali ke Kabupaten Lingga dan menerapkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, dari kunjungan tersebut Bupati Lingga berharap, dengan berdirinya pabrik pakan ikan berbahan baku lokal Kabupaten Lingga seperti rucah, sagu, dll, dapat menekan pembiayaan selama proses budidaya ikan nantinya. Menurut beliau hal ini penting untuk menjadi perhatian, karena biasanya untuk pakan saja, bisa menelan biaya 60% hingga mencapai 70% dari total produksi.

“Jadi, selama pakan tidak diproduksi sendiri, selama itu ikan hasil budidaya kita sulit untuk bersaing,” ujarnya.

Maka dari itu, dengan melihat peluang yang ada, selain melihat-melihat fasilitas perusahaan yang dikunjunginya, kesempatan ini juga dimanfaatkan Bupati Lingga untuk menawarkan kerja sama dengan Growel Feeds untuk membangun pabrik pakan ikan skala regional-nasional di Kabupaten Lingga.

Senada dengan pernyataan Bupati Lingga, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga juga menyatakan hal yang sama. Menurut beliau, jika biaya pakan dapat ditekan, margin yang diterima pembudidaya ikan akan semakin besar. “Masyarakat akan memandang kegiatan ini sebagai usaha yang menguntungkan dan usaha pembudidayaan ikan semakin marak di daerah kita, karena secara umum dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata beliau.

Selama kunjungan tersebut diketahui bahwa, tipikal tanah berlumpur, rawa dan mangrove yang mereka gunakan untuk lahan tambak, tidak jauh berbeda dengan kondisi tanah di daerah pesisir Kabupaten Lingga, sehingga dirasakan teknologi yang digunakan tersebut sangat sesuai jika diterapkan di Kabupaten Lingga nantinya.

Bupati Lingga berharap, hasil dari kunjungannya tersebut nantinya dapat segera diterapkan di Kabupaten Lingga, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan membangkitkan gairah ekonomi masyarakat. (RS)

Tinggalkan Balasan