Cari Solusi Masalah Tambak, Bupati Minta Dinas Perikanan Edukasi Petani

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pasca kunjungan ke tambak udang Desa Sedamai beberapa waktu lalu, Bupati Lingga M. Nizar segera menggelar rapat bersama Dinas terkait guna memberikan pengarahan serta langkah tindak lanjut kedepan.

Hal tersebut dikarenakan dari sekian banyak lokasi tambak yang telah diberikan stimulus bantuan oleh Pemerintah Daerah, hanya beberapa saja yang berhasil hingga panen, bahkan bisa berjalan mandiri.

Sebagaimana diketahui, bahwa sebagai salah satu sektor unggulan, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana lewat Dinas Perikanan, untuk pembangunan tambak. Tahap awal pembukaan tambak, setiap kelompok diberikan bantuan, baik berupa bibit, pakan, obat-obatan dan perlengkapan lainnya.

Selanjutnya, diharapkan mereka bisa mandiri dan terus mengelola tambak berkelanjutan, tanpa bantuan dari pemerintah.

Namun dalam prosesnya, beberapa kelompok petani tambak di beberapa desa masih belum optimal pada panen perdana, namun masih digelontorkan bantuan bibit udang. Kendati demikian, panen nanti diharapkan bisa menunjukkan hasil maksimal.

Maka dari itu, Muhammad Nizar menegaskan agar Dinas Perikanan berkolaborasi dengan para pendamping yang telah diberikan surat tugas untuk mengedukasi kelompok tersebut.

“Itu harus dilakukan cepat, sebab ada yang berhasil dan hari ini sudah mandiri. Harus malu, seperti di Desa Sedamai, Tinjul, Selayar, Resang ini sudah mandiri. Sudah masuk ke panen selanjutnya tanpa bantuan lagi dari pemerintah,” jelas Bupati Lingga.

Nizar menginstruksikan agar pendampingan itu harus diberikan sesegara mungkin, mengingat kelompok-kelompok tambak yang masih gagal panen tersebut akan kembali menerima bantuan. Ini alasannya, agar untuk bantuan yang kedua kalinya tidak kembali gagal.

“Kalau tidak berhasil lagi,  jangan kasih bantuan lagi. Ini harus klop, tidak boleh dibantu lagi. Kasian kepada yang sudah mandiri, tanpa pendampingan, bahkan mereka melibatkan pihak ketiga,” ujarnya pada Jum’at (16/07/2021) sore di Gedung Daerah Daik Lingga.

Ia juga meminta dinas terkait untuk mengevaluasi kinerja para pendamping. Mereka harus benar-benar turun memberikan edukasi kepada kelompok petani tambak, sehingga apa yang diharapkan pemerintah, bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Kemudian dia juga meminta agar bantuan DAK terkait tambak, tidak jadi alasan dinas lagi untuk gagal lelang. Begitu juga bantuan yang digelontorkan dari dana APBD untuk segera dilaksanakan. Mengingat kebutuhan masyarakat ditengah pandemi ini sangat sulit, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mengimbanginya.

“Seiring waktu berjalan, ditengah pandemi ini dapat juga membantu masyarakat yang berharap banyak pada Pemda. Hasilnya nanti dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari,” harapnya. (RS/Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *