Gelar Musrenbang, Camat Senayang Harap Usulan Masyarakat Bisa Teralisasi

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pemerintah Kecamatan Senayang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Senin (15/02/2021) bertempat di Gedung Pertemuan Kecamatan Senayang.

Musrenbang kali ini mengusung tema “Percepatan Pembangunan Berkualitas menuju Masyarakat Sejahtera, Berdaya Saing dan Berbudaya”.

Hadir pada kegiatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Lingga Dapil I dan II, Kapolres dan Babinsa Senayang, Para Kepala OPD, MUI Kecamatan Senayang, Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Senayang, serta RT, RW dan Tokoh Masyarakat setempat.

Camat Senayang Kimat Awal, memberikan sambutan sekaligus membuka acara ini secara resmi, dengan harapan kegiatan Musrenbang ini dapat menjadi wadah dan sarana diskusi untuk arah perencanaan pembangunan yang lebih baik, khususnya di Kecamatan Senayang.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Lingga Dapil II Sui Hiok, menyampaikan bahwa Musrenbang harusnya bisa menjadi tempat bertemu antara Pemerintah, Swasta dan Rakyat,  agar tersampaikan aspirasi secara langsung, sehingga daya serap pembangunan dapat tertampung dengan baik.

“Sesekali Bapak-Bapak perlu datang kemari, melihat jalan dengan parit yang ada di kelurahan Senayang. Untuk diketahui juga saya berharap OPD-OPD yang berhubungan dapat memprioritaskan arah yang tepat terhadap pembangunan yang prioritas. Musrenbang jangan hanya menjadi seremonial saja, tapi harus di “niat” kan oleh masing-masing OPD ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengajak agar OPD bisa memberikan porsi lebih terhadap daerah-daerah terpencil untuk mendapat tempat prioritas dalam pembangunan, tidak hanya diakomodir secara administrasi, namun ia berharap bisa terealisasi usulan-usulan tersebut.

Berbagai usulan disampaikan pada Musrenbang tersebut, mulai dari kapasitas listrik di desa yang belum memadai, belum merata jaringan komunikasi dan belum tersedianya akses internet yang baik, kurangnya daya saing masyarakat dalam sektor perikanan tangkap, serta akses jalan dan jembatan di Pulau Sebangka yang belum memadai dan juga tidak adanya transportasi reguler antar pulau.

Sepertinya biasanya selesai menyampaikan usulan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan tanggapan dari masing-masing OPD terkait. (Hen/Kar/SMI/RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *