Buka Gelaran Musrenbang Kabupaten, Bupati Lingga Sampaikan Capaian dan Target Pembangunan

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Mengawali sambutannya dalam Musrenbang Tingkat Kabupaten Lingga untuk periode pembangunan tahun 2021 kedepan, Alias Wello menyuguhkan pembacaan puisi yang sarat akan makna dan pesan perpisahan. Ia menyebutkan bahwa Musrenbang kali ini, adalah musrenbang terakhirnya, segera setelah habis masa jabatan. (10/03/2020)

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa ‘Pekerjaan Rumah’ Pemkab Lingga kedepan akan semakin berat. Meskipun disatu sisi sudah menunjukkan keberhasilan, namun disisi yang lain masih ada keinginan-keinginan masyarakat yang belum seluruhnya terpenuhi, dan beliau tak menyangkal kekurangan itu, sehingga dengan lantang Bupati Lingga ini mengatakan bahwa, sekiranya ada kegagalan selama periode ini, maka itu adalah kegagalan Alias Wello.

Ia mengakui dan menyadari benar, bahwa masih tedapat kekurangan-kekurangan, terutama disektor pelayanan kesehatan yang belum mampu memuaskan keinginan masyarakat. Untuk itu, sebagai salah satu solusi kedepan dibidang pelayanan kesehatan, Pemkab Lingga telah bekerjasama dengan yayasan Doctor Share yang dipimpin oleh dr.Lie Dharmawan dengan rumah sakit terapung miliknya yang saat ini telah berlabuh di Pelabuhan Senayang. Nantinya model rumah sakit berbentuk kapal inilah yang akan menjadi salah satu solusi mengatasi masalah kesehatan, terutama diwilayah pulau-pulau di Kabupaten Lingga. Hal tersebut sejalan dengan apa yang beliau sampaikan saat awal masa jabatannya dulu.

Selanjutnya, sedikit beranjak dari kekurangan-kekurangan, ia pun mengajak semua pihak untuk tidak mengesampingkan capaian-capaian pemerintah daerah selama periode kepimpinannya bersama M.Nizar Wakil Bupati Lingga. Terutama kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 100 persen sejak pertama kali menjabat, hingga saat ini sebesar 37 Milyar rupiah. Angka ini tentunya membangkitkan optimisme beliau, bahwa Kabupaten Lingga kedepan mampu bangkit dan menghasilkan PAD yang lebih besar dari apa yang dicapai saat ini.

Alias Wello juga mengingatkan kepada setiap OPD agar jangan cepat berpuas diri dan terus mendengarkan keluhan masyarakat, bekerja keras, bekerja cerdas. ”Tak boleh marah ketika masyarakat mengungkapkan amarahnya, terutama di bagian pelayanan. Kita harus bekerja dengan ikhlas” ujarnya.

Musrenbang yang dihadiri oleh anggota DPRD provinsi Kepulauan Riau dapil Bintan Lingga dan beberapa kepala OPD provinsi ini, dimanfaatkan Alias Wello untuk menyampaikan target-target pembangunan kedepan Kabupaten Lingga.

“Saat ini, kami jauh tertinggal dengan daerah-daerah lain di Kepulauan Riau. Kalau tak ada campur tangan dari provinsi, kami pun susah berjibaku disini.  Meskipun saat ini struktur APBD kami meningkat dari 700 Milyar hingga 1 Triliun, itupun dari kinerja dan semangat serta lobi-lobi kepada pemerintah pusat,” ungkapnya. Untuk itu, ia mengharapkan kepada wakil-wakil rakyat Kabupaten Lingga yang berada di provinsi untuk berjuang keras membantu Pemkab Lingga mewujudkan keinginan masyarakat.

Kemudian, berbicara mengenai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bupati Lingga menjelaskan bahwa BUMD saat ini telah jauh berkembang pesat. “Sebentar lagi semua akan running, air minum dalam kemasannya juga luar biasa. Melalui BUMD, kita juga sudah membangun sentra produksi pakan ikan dan udang. Tidak hanya itu, rencana kita untuk menyalurkan Air Terjun Jelutung ke Provinsi sudah menunjukkan proggres, dan aku sangat mengapresiasi langkah BWS,” ujar Awe sapaan akrab Bupati Lingga.

“Kita harus cari solusi BUMD, kita diskusikan secara bersama-sama, terutama untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,” kata Awe.

Berbicara mengenai peluang kedepan, Bupati Lingga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat Ia akan menemui Bapak Moeldoko kepala Staf Kepresidenan untuk membicarakan relokasi usaha budidaya ikan Tilapia dari Danau Toba ke Lingga.

“Mereka hanya butuh lahan 9 hektar saja dengan peluang penghasilan 1 hari bisa mencapai 50 ton. Kemampuan dan pengalaman mereka selama bertahun-tahun tak perlu diragukan lagi. Rencananya konsorsium dari Swiss, Amerika dan Indonesia akan kita datang pada 21 Maret mendatang. Untuk itu saya akan segera menghadap Bapak Moeldoko untuk membicara peluang yang sangat serius ini,” kata Bupati Lingga.

Lebih jauh, Awe mengungkapkan bahwa kedepan akan ada banyak pembangunan di Kabupaten Lingga mulai dari pembangunan proyek pestisius Daik Bandar Madani, pembangunan pelabuhan kargo Tanjung Napau, pembangunan bandar udara baru di Linau, pembangunan di Tanjung Ayam, kawasan investasi Sebayur, serta pembangunan berbagai jalan poros diantaranya jalan poros Mentuda Seretih yang sudah disetujui oleh Provinsi Kepri.

Awe mengajak semua pihak untuk mengawal bersama berbagai pembangunan yang ada di Kabupaten Lingga. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mengambil peran dalam pembangunan dan kemajuan Kabupaten Lingga. “Keberhasilan ini adalah keberhasilan milik kita bersama, saya hanya sebagai pengantar saja. Saya mengajak semua pihak untuk menyatukan tekad, untuk tetap berada dalam gerbong yang sama,” ujar Awe.

Menutup arahannya, Awe berpesan kepada seluruh pegawai dan ASN untuk tidak terlibat dalam politik. “Aku tak segan mengambil tindakan, ringan dan berat jika ada yang terlibat. Jangan berpoltik praktis, jangan main-main. Ini harus kita kawal bersama,” kata Alias Wello menegaskan.

“Nasehat politik untuk ASN, jangan gembar-gembor disana sini, cukup di bilik suara. Hindari hal itu, kerja saja lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap, Musrenbang terakhirnya kali ini mampu menghasilkan fokus pembangunan yang benar-benar berkualitas bagi Lingga yang lebih baik dikedepannya. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *