Jelang Nataru, TIPD Lingga Gelar Razia

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Menjelang Natal dan tahun baru, Pemkab Lingga melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar menggelar pemantauan ketersediaan stock, stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan pengecekan barang kadaluarsa. (17/12/2019)

Bersama Tim Gabungan dari Kepolisian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan, Satpol PP dan Damkar serta Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, kegiatan yang dilaksanakan di Dabo Singkep tersebut menyasar seluruh Mini Market, dan Toko yang menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Lingga yang turut langsung terjun ke lapangan menyambut baik kegiatan ini, karena menurutnya sangat penting untuk memastikan apa yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat adalah produk-produk yang layak dan masih terjamin kualitasnya, sehingga tak menimbulkan penyakit dan masalah dikemudian hari.

Ia berharap, agar pihak toko dan penyedia produk-produk konsumsi sehari-hari untuk lebih tanggap dan memperhatikan kemasan dan kualitas produk yang diperjualbelikan, sehingga tidak mengorbankan para konsumen. Selain itu, beliau juga menghimbau kepada para konsumen untuk lebih teliti dan berhati-hati sebelum berbelanja.

“Lihat dulu tanggal expired (kadaluarsa) yang tertera pada kemasan, pastikan tertera logo halal dan BPOM yang menjamin keamanan dan kualitas produk, serta lihat bungkusan atau kemasan tersebut, apakah baik atau sudah rusak. Semua itu penting dilakukan demi mencegah terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, seperti keracunan contohnya,” kata beliau disela-sela kunjungan tersebut.

Dari hasil penelusuran tim gabungan ke sejumlah lokasi, ditemui adanya produk kadaluarsa dan tak layak konsumsi yang masih dipajang di toko tersebut. Lebih kurang 136 item disita dari 2 toko yang untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Perdagangan untuk dilengkapi dengan berita acara. Nantinya produk hasil sitaan tersebut akan dimusnahkan bersama Polres Lingga demi memastikan bahwa produk tersebut tidak digunakan atau dikonsumsi oleh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan bersama stakeholder terkait masih melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan produk-produk tak layak konsumsi dan kadaluarsa tersebut tidak lagi beredar di pasaran. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *