Awe Hipnotis Pemirsa dengan Capaian Pemkab Lingga

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Membuka penyampaian talk show dengan penjelasan sejarah singkat Kabupaten Lingga yang merupakan bagian dari emporium Melayu masa lalu, Bupati Lingga Alias Wello menceritakan bagaimana Kabupaten Lingga mampu bangkit dari keterpurukan pada awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Lingga M.Nizar.

Dipandu oleh host Togi Sinaga & Arlista Hadi dalam segmen Good Morning Indonesia, Awe sapaan akrab Bupati Lingga, tampil santai bersahaja dalam penampilan live di MNC News pada Jum’at pagi (13/12/2019).

Meskipun sempat diterpa defisit sebesar 127 milyar pada awal pemerintahan yang APBDnya hanya sekitar 700an miliar, namun setelah 3 tahun 9 bulan masa kepemimpinannya, Kabupaten Lingga berhasil bangkit dan perlahan mulai fokus untuk mulai membangun.

Saat ditanyai mengenai apa saja tantangan selama periode awal menjabat sebagai Bupati Lingga, beliau menjelaskan bahwa yang pertama yakni harus mempunyai political will yang kuat, harus fokus, kemudian harus menggerakkan semua potensi yang ada di masyarakat. “Kami juga harus memutar otak, melakukan penghematan-penghematan di berbagai sektor karena badai defisit tersebut, bahkan saya pernah mengambil kebijakan yang tidak populer di masyarakat, yakni dengan berat hari melakukan perumahan terhadap lebih dari seribu orang tenaga honorer,” ujarnya.

Namun demikian, dari hasil usaha yang awalnya banyak mendapat pertentangan dari masyarakat tersebutlah Bupati Lingga ini berhasil menyelamatkan dana sebesar 16 miliar rupiah yang digunakannya untuk menjalankan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan pada masa itu.

“Meskipun dengan keterbatasan, namun saya yakin daerah ini sudah mulai berkembang saat ini. Setelah 3 tahun 9 bulan masa pemerintahan kami, baru-baru ini masih dalam suasana ulang tahun Kabupaten Lingga yang ke-16, kami telah mengesahkan APBD kami hingga tembus 1,1 triliun rupiah,” ujarnya optimis.

Kemudian untuk moda transportasi, beliau menjelaskan kepada Togi dan Arlista bahwa pada awal masa pemerintahannya, untuk menuju ke ibu kota Kabupaten Lingga hanya bisa ditempuh dengan menggunakan jalur laut dengan keadaan cuaca yang tidak menentu. Namun kini setelah beberapa tahun berlalu, Awe bersama-sama dengan rekan-rekan dari DPRD dan dinas terkait berupaya membuka simpul-simpul permasalahan tersebut dengan mengundang maskapai komersil untuk masuk ke Kabupaten Lingga.

“Alhamdulillah, oktober kemaren sudah ada penerbangan komersil Wing Air yang masuk kesana yang melayani penerbangan 3 kali seminggu, ditambah dengan penerbangan perintis Susi Air 3 kali seminggu. Insya Allah, tahun depan sudah ada setiap hari penerbangan ke Kabupaten Lingga dari destinasi Batam” jelasnya.

Kemudian, dengan adanya pembangunan dan kemudahan transportasi ini dengan sendirinya investor mulai melirik potensi Kabupaten Lingga, untuk itulah Awe menyebutkan bahwa Pemkab Lingga telah menyiapkan regulasi sedemikian rupa untuk mempermudah investasi tersebut. Namun demikian beliau juga tak memungkiri bahwa Kabupaten Lingga perlu dorongan dan campur tangan bantuan dari pemerintah pusat untuk mengentaskan ketertinggalan Kabupaten Lingga dari daerah lainnya.

Awe bahkan berani menjamin bahwa Pemkab Lingga sangat terbuka dengan investasi yang akan masuk dan siap memberikan pelayanan investasi yang mudah, cepat dan bebas biaya.

“Dengan syarat harus bekerjasama dengan badan usaha milik daerah bisa itu BUMDes, BUMD serta bisa memberikan kepastian terhadap keberlangsungan lingkungan,” kata Bupati Lingga itu menjawab pertanyaan Arlista mengenai masa depan investasi.

Lebih jauh Awe memaparkan bahwa saat ini Pemkab Lingga tengah berupaya mengubah paradigma masyarakat yang semulanya tak memiliki kepastian dengan perikanan tangkap secara tradisional, kepada perikanan budidaya yang lebih menjanjikan untuk jangka panjang.

Terlebih lagi dengan masuknya investor ke Kabupaten Lingga yang meminati perikanan tambak yang baru saja menjalin MoU dengan Pemkab Lingga dengan nilai investasi yang fantastis.

“Mudah-mudahan sekitar Januari kita sudah ground breaking dan land clearing, Insya Allah ini akan jadi tambak terbesar di sumatera sebesar 836 hektar yang kita bangun, dengan optimisme kita, akan akan panen hingga 60 ton perhari udang vanamei” kata Bupati Lingga.

Untuk itu, beliau mengajak semua pihak, terutama pemerintah pusat untuk ikut membantu percepatan Kabupaten Lingga, sehingga Lingga yang dulunya merupakan salah satu Kabupaten Termiskin ini bisa bangkit dan setara dengan Kabupaten Kota lainnya di Indonesia.

Awe menyelipkan harapan di tahun 2020 mendatang, bahwasannya beliau ingin agar pemerintah pusat tidak hanya memberikan dorongan dan bantuan kepada wilayah perbatasan saja, tapi daerah-daerah kepulauan seperti Lingga juga butuh dorongan sehingga bisa ikut bangkit. Karena menurut beliau yang mengutip dari semangat Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari Nawacita, haruslah memulai dari pinggir, termasuklah Kabupaten Lingga di dalam harapannya tersebut.

Sempat berkelakar beliau menutup talk show singkat tersebut dengan kalimat optimisme “Saya rasa, kedepannya mungkin Bapak Jokowi bisa memikirkan untuk mengadakan menteri khusus yang menangani masalah wilayah perbatasan dan wilayah kepulauan, karena untuk membangun Nawacita harus dimulai dari sini. Sehingga kalau ada kementerian itu, persoalan-persoalan itu bisa terjawab, Insya Allah saya menteri pertamanya,” kata beliau sembari tertawa. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *