Genjot PAD, Bapenda Gelar Rapat Koordinasi

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Membuka kegiatan Rapat Koordinasi Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Lingga pada Selasa pagi (10/12/2019) di Hotel Prima Inn Dabo Singkep, Mulkan Azima selaku Sekretaris Bapenda menyebutkan bahwa penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lingga hingga Desember 2019 ini telah mencapai 96 persen. “Insya Allah sudah mencapai target”, ujarnya.

Dalam rakor yang digelar dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah tersebut beliau menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan angka 39 Miliar pada tahun 2020 mendatang. “Nanti akan kita koreksi pada APBD Perubahan. Mudah-mudahan 39 Miliar ini bisa terealisasi,” kata beliau.

Beliau optimis jika semua sektor dimaksimalkan, terutama pada sektor pariwisata, maka bukan tidak mungkin Kabupaten Lingga bisa menyamai pendapatan Kabupaten Bintan.

“Banyak hal yang perlu kita perbaiki ke depannya. Nah, Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah inilah saluran kita untuk meningkatkan PAD yang terdiri dari seluruh OPD penghasil. Kalau kami hanya koordinator. Saat ini memang kita akui, PAD kita di bawah kabupaten/kota lainnya di Kepri, tetapi Insyaa Allah di tahun 2020 ini, berdasarkan target, kita akan menyamai Natuna dan Anambas,” kata beliau menjelaskan.

Untuk itu, Ia berharap agar OPD penghasil PAD ini nantinya dapat berkomitmen dan lebih proaktif untuk memaksimalkan pemasukan disektornya masing-maisng. Selain itu, ia juga berharap agar pembangunan yang ada nantinya tepat sasaran dan bisa berpihak ke objek-objek penghasil PAD Kabupaten Lingga.

“Kita berharap ke depannya, proyek pembangunan kita ini akan berpihak ke PAD. Maksudnya, perbaguskanlah objek wisata itu. Kemudian, Tim Optimalisasi Pendapatan Daerah yang dibentuk oleh bupati ini, bergerak. Kalau ini bergerak, potensi yang saya maksudkan nantinya dibaguskan, artinya tidak mentah. Potensi yang menghasilkan PAD itu, kita prioritaskan. Kalau yang lainnya, kita berharap pada BUMD, bisa mengembangkan usaha-usaha yang mendatangkan hasil yang akhirnya nanti dapat memberikan keuntungan, dapat memberikan kontribusi ke PAD kita,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah senantiasa berupaya melakukan peningkatan terhadap pendapatan asli daerah. Salah satunya adalah dengan cara memaksimalkan sektor pariwisata.

Selain itu beliau juga menyoroti bahwa masih rendahnya penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Menurut beliau pihak-pihak terkait harus bisa mencari pola-pola bagaimana untuk memaksimalkan pendapatan pada sektor ini, karena pada kenyataannya hal ini belum menjadi perhatian utama di tingkat desa dan kelurahan.

“Ini memang belum menjadi perhatian, baik di desa-desa maupun di kelurahan. Maka itu, tadi saya minta untuk dilakukan rapat kerja atau rapat koordinasi, undang semua desa, lurah untuk betul-betul membahas semua masalah PBB. Mungkin nanti kita bisa mendatangkan narasumber dari luar. Karena potensi PBB, itu paling besar. Insyaa Allah, tahun depan, kita akan dorong Bapenda ini agar PAD naik. Kalau tidak ada upaya-upaya yang intensif, ya, susah untuk mencapai. Tetapi kita tetap optimis dengan potensi-potensi yang ada. Kita yakin 39 Miliar bisa, bahkan 40 Miliar lebih,” kata Juramadi Esram.

Sementara itu, Raja Fahrurrazi Kadisparpora Kabupaten Lingga, mengatakan bahwa masih terdapat sumber-sumber penghasil pendapat asli daerah yang belum dikelola dengan maksimal. Namun demikian, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan PAD tersebut dengan berbagai terobosan-terobosan di sektor pariwisata.

Untuk tahun 2019 ini, Disparpora menargetkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga adalah sebesar 16.340 orang, akan tetapi sampai Oktober 2019 yang lalu target tersebut sudah terlampaui jauh hingga 21 ribu kunjungan. “Tetapi kita tidak boleh berhenti sampai di situ. Target kita untuk PAD retribusi itu sekitar 200 juta rupiah. Kalau kemarin itu, cuma sekitar 128 juta rupiah. Kita sedang mencapai 201 juta rupiah, sekarang. Kalau untuk kunjungan wisatawan, target kita 200 ribu,” kata Raja Fahrurrazi.

Raja Fahrurrazi juga menjelaskan bahwa Disparpora telah berupaya maksimal meningkatkan PAD Kabupaten Lingga melalui promosi wisata dengan menggelar berbagai event.

“Termasuk yang baru-baru ini kita laksanakan yakni Festival Gunung Daik, 6 negara yang mengibarkan bendera di puncak Gunung Daik ini karena satu filosofi dengan satu target kita, bahwa Lingga ini dijadikan target negara-negara Melayu. Ini adalah strategi kita mempromosikan Lingga untuk mendatangkan mereka ke Kabupaten Lingga,” jelas Raja Fahrurrazi.

Namun, Kadis Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga ini juga menjelaskan beberapa permasalahan yang ada.

“Kemudian problem yang kita dapati di sini, travel-travel agennya ini tidak muncul, tidak ada. Boleh dikatakan tidak ada yang memproduksi wisatawan. Tidak seperti di Batam dan Bintan. Transportasi juga. Kalau di Batam dan Bintan, kapan orang datang, 1-2 jam sampai. Kita di sini, mereka harus ke Batam, ke Tanjungpinang dulu, baru sampai di sini. Problem itu harus teratasi, begitu juga dengan Jambi dan Berhala. Pulau Berhala kan sudah mulai muncul. Lebaran kemarin sudah hampir 4.000 orang yang masuk. Sekarang kita sudah membuat SK THL di sana untuk memungut (retribusi-red) dan kita tinggal menunggu Perbup untuk siapa yang masuk ke situ harus membayar retribusi. Di sini akan ada nilai positifnya untuk meningkatkan PAD kita,” kata Raja Farrurrazi kepada pihak media. (Im/RS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *