Kantor Bahasa Kepri Gelar Diskusi Terpumpun bahasa Penggunaan Bahasa di Media Massa

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Setelah sukses menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun di Daik Lingga beberapa waktu lalu, Kantor Bahasa Kepulauan Riau kembali menggelar acara yang sama di Dabo Singkep. (8/10/2019)

Acara yang dilaksanakan di One Hotel Dabo Singkep tersebut membahas mengenai bahasa media massa di Kabupaten Lingga, yang menghadirkan sejumlah nara sumber baik dari Provinsi Kepri, maupun dari Kabupaten Lingga sendiri.

Adapun beberapa nara sumber yang tampil menyampaikan materi pada pertemuan tersebut yakni adalah dari Kantor Bahasa Kepri, Ahli Bahasa dari Medan, Kabag Humas Kabupaten Lingga, serta Ketua PWI Kabupaten Lingga.

Abu Hasyim selaku Staf khusus bidang pertanian dan perikanan Kabupaten Lingga yang jua hadir pada kesempatan itu menyambut baik kegiatan yang ditaja oleh Kantor Bahasa Kepulauan Riau tersebut. Ia berharap, kegiatan ini mampu membawa dampak positif bagi perkembangan media massa di Kabupaten Lingga, terutama menyangkut penggunaan bahasa yang baik dan benar.

Sementara itu, Zainal Abidin, Kabag Humas Lingga dalam materinya memaparkan bahwa ada ragam penggunaan bahasa Indonesia yang kerap di gunakan di Kabupaten Lingga berdasarkan tempat, logat / dialek bahasa antara satu pulau dengan pulau lainnya.

Bahasa Melayu sampai kepada penggunaan bahasa Indonesia memiliki perbedaan yg sangat mencolok diakibatkan oleh pengaruh dialek, tingkat pendidikan, budaya, sikap penutur dan lain sebagainya. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan dalam bahasa antara pulau, namun dalam lingkungan formal, masyarakat di Kabupaten Lingga tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, agar mudah dipahami dan dimengerti bersama. Namun demikian, dalam keseharian dan tidak dalam lingkungan formal, mayoritas penduduk menggunakan bahasa Melayu, mengingat Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu, yang berarti bahasa Melayu sebagai indentitasnya.

Kemudian terkait penggunaan bahasa Indonesia yang digunakan oleh media massa, baik yang dimuat dalam media cetak maupun media elektronik, beliau menilai bahwa secara umum kebanyakannya telah memenuhi standar dan kaidah penggunaan bahasa baku dengan ragam bahasa tulis yang telah memperhatikan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Namun demikian, beliau masih menemukan adanya sedikit penulisan yang menggunakan kata atau kalimat bahasa daerah atau bahasa Melayu dalam narasi berita, tetapi masih dalam tahap bahasa komunikatif untuk mendekatkan media dengan pembaca, baik itu dalam pemilihan judul, maupun isi dari pemberitaan tersebut.

“Harapan kita bersama, semoga kedepannya akan ada perubahan dalam penggunaan bahasa tulis yang baik dan benar, baik itu pada penggunaan gaya bahasa serta pemilihan kata dalam pemberitaan,” kata Zainal.

Beliau juga berharap bahwa media massa bisa menjadi media pendidikan bagi masyarakat dalam berbahasa Indonesia, sekaligus sebagai media pembelajaran bagi masyarakat dalam berkomunikasi.

Dari hasil diskusi tersebut dihasilkan beberapa kesepakatan yakni sebagai berikut :

  1. Dalam penulisan berita Media massa harus memperhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia berdasarkan Permendikbud RI No. 50 tahun 2015
  2. Media massa dalam penulisannya hendaklah santun, sejuk dan memperhatikan Kode Etik Jurnalistik.
  3. Media massa yang ada di Kabupaten Lingga secara global  penggunaan Bahasa Indonesia dan penulisannya sudah memiliki standar dan memenuhi kaedah yang berlaku.
  4. Akan dibentuk Forum Pembinaan Media Massa yg akan di inisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Kepri
  5. Akan dilakukan upaya upaya pembinaan Berbahasa Indonesia secara berkelanjutan untuk media massa
  6. Media massa memiliki peranan dalam hal pembelajaran kepada masyarakat luas tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui penulisan beritanya.

Diketahui para peserta yang hadir dalam diskusi tersebut merupakan perwakilan dari Humas dan Radio RBTM, beberapa FKPD, serta dari berbagai media cetak dan media elektronik di Kabupaten Lingga. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *