Sambut HUT RI ke-74, Pemkab Lingga Gelar Zikir Tausiyah

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Sempena menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Pemkab Lingga menggelar zikir dan tausiyah yang kali ini dilaksanakan di Masjid Sultan Lingga. (16/08/2019)

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Lingga, Sekda Lingga, Asisten III Setda Lingga, beberpaa pejabat Eselon II, III dan IV, Camat Lingga, beberapa kepala OPD dan segenap pegawai di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lingga.

Acara yang ditaja oleh BKPP Kabupaten Lingga, bagian kepengurusan organisasi Korpri tersebut adalah merupakan kegiatan rutin yang kerap digelar setiap Jum’atnya bagi kalangan ASN, PTT dan THL di Kabupaten Lingga dengan tujuan untuk meningkatkan dan pembinaan keimanan.

Bertindak sebagai penceramah pada acara tersebut Bapak Dasmaroni Jaya dari Kemenag Lingga yang mengambil tema ceramah ‘Membangun Indonesia dengan Hati’.

Pada kesempatan itu, beliau menceritakan bagaimana balasan Allah kepada orang-orang yang bersyukur atas nikmat Allah di dunia. Namun ada sebabnya mengapa balasan tersebut tidak disegerakan di dunia, melainkan ditangguhkan hingga ke akhirat nanti. Salah satunya adalah karena, besarnya dunia tak akan mampu menampung seluruh balasan Allah terhadap orang-orang yang berbuat amal kebaikan.

Beliau pun mengajak kepada setiap hadirin untuk senantiasa mengingat akan kebesaran Allah di dalam hatinya, jangan hanya mengingat tentang dunia. “Jika hanya dunia yang dikejar dan diingat, kebesaran Allah akan hilang dari hati kita. Jika kebesaran Allah telah hilang di hati kita, maka iman akan melemah. Jika iman sudah melemah, maka bencana lah yang akan datang selanjutnya,” jelas beliau.

“Nilai-nilai kebesaran Allah itulah yang harusnya ada di dalam hati setiap orang,” tambahnya. Karena menurut beliau, setiap suasana yang terjadi di sekitar kita adalah berkah kehendak dan izin Allah. Sehingga apabila keburukan yang kerap dilakukan manusia, maka balasan yang akan turun dari Allah adalah keburukan jua, seperti halnya bencana dan musibah yang kerap menimpa Indonesia belakangan ini. Begitu juga jika apa yang dilakukan adalah sebaliknya, makan keberkahan dan rezeki melimpahlah yang akan menjadi balasannya.

Untuk itulah, beliau menghimbau kepada semua hadirin untuk mulai membangun Indonesia dengan hati, agar mampu mengimbangi pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang giat-giatnya dibangun oleh pemerintah. Agar nantinya para generasi penerus mampu menjaga adab dan perbuatannya tanpa terpengaruh dengan kemajuan zaman yang semakin menggerus adab dan akhlak. “Jangan sampai kemajuan yang tampak, malah mendatangkan keburukan bagi kita,” ungkapnya.

Dalam hal ini, menurutnya Pemkab Lingga sudah berada pada jalur yang benar, dengan pencanangan gerakan pagi mengaji yang dideklarasikan beberapa waktu lalu. Hal ini diharapkan mampu membuka jalan dari Allah untuk mendatangkan keberkahan di Bumi Bunda Tanah Melayu, guna untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

Ia pun mengharapkan agar kedepannya, tidak hanya anak-anak yang melaksanakan kegiatan pagi mengaji tersebut, tapi orang tua, pegawai dan ASN Pemkab Lingga pun bisa memberi contoh serta melaksanakan kegiatan serupa sebelum memulai aktifitas di kantor masing-masing.

Akhirnya, kembali beliau mengajak kepada semua hadirin untuk mengisi kemerdekaan dan pembangunan dengan tidak melupakan pembangunan hati, serta mengambil contoh dari Rasulullah sebagai suri tauladan yang baik, serta tetap berpedoman kepada Al-Qur’an agar tercipta negeri yang diharapkan, yakni negeri yang diberkahi oleh Allah SWT. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *