Bupati Lingga Lakukan Panen Perdana Sawah Desa Lanjut

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Setelah sebelumnya Pemkab Lingga berhasil melakukan panen-panen padi di lahan percetakan sawah yang diinisiasi oleh Bupati Lingga, kali ini giliran lahan percetakan sawah di Desa Lanjut mulai menampakkan hasilnya yang dibuktikan dengan panen perdana sawah tersebut pada Rabu (07/08/2019) pagi.

Bupati Lingga yang menyempatkan diri hadir pada panen padi di kecamatan Singkep Pesisir tersebut sangat kagum dengan hasil yang dicapai. Ditambah lagi panen yang dilakukannya tersebut merupakan panen pertama kalinya, yang menunjukkan bahwa jenis padi tersebut, cocok ditanam di lokasi itu.

“Saya tanya Kades, pakai pupuk apa ? Ternyata hanya pakai kompos dan kotoran ternak. Ditambah lagi, panen ini adalah panen perdana. Hasilnya pun cukup memuaskan,” ujar beliau.

Pada kesempatan itu, pihak desa dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga yang dibantu oleh para mahasiswa dari Umrah yang kebetulan melaksanakan Kukerta di Desa Lanjut berinisiatif mengajak siswa-siswi sekolah dasar setempat untuk melihat proses panen sawah di desa mereka.

Tampak antusiasme anak-anak yang untuk pertama kalinya melihat dan memegang batang tanaman padi tersebut. Pengalaman tersebut dimanfaatkan Bupati Lingga untuk memperkenalkan apa yang selama ini hanya dilihat anak-anak tersebut dalam bentuk beras.

“Anak SD suka memegang padi. Jadi kesempatan ini sekaligus bisa kita gunakan sebagai pendidikan dini untuk memperkenalkan padi kepada mereka, untuk mengenal apa yang dimakannya, sehingga mereka bisa tau dan menghargai apa yang mereka makan,” ungkap Bupati Lingga.

Menurut beliau, jika sawah ini terus dikelola dengan baik, maka akan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Bahkan jika terus menghasilkan kualitas padi yang baik, maka bukan hal yang mustahil kedepannya desa lanjut mampu mandiri dan bisa memenuhi kebutuhan padi untuk penduduk desanya sendiri.

Moment ini juga menunjukkan bahwa kebijakan pangan yang merupakan program unggulan Bupati Lingga, mampu terlaksana dengan baik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kades setempat yang tampak cukup puas dengan hasil panen perdana tersebut.

“Sawah ini harus dikelola dengan baik agar dapat membantu perekonomian masyarakat. Selain itu kami bisa membuktikan bahwa tanah kami bisa menghasilkan padi. Kemudian, dengan adanya sawah ini desa kami dapat menjadi perhatian bagi Pemkab Lingga,” kata Kepala Desa Lanjut, Abu Samah saat panen perdana tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pertanian di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Lingga, Hernowo Andriantoro mengatakan, panen yang dilakukan hari ini merupakan buah dari kerjsama para petani dan pendamping lebih kurang sekitar 4 bulan lamanya.

“Selama ini kami mengolah lahan menggunakan sistem tugal serta menggunakan pupuk dasar kompos sebagai bahan untuk penanaman. Dengan inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk masyarakat agar dapat termotivasi. Yang kami tanam saat ini ada 4 hektare, dan yang baru dipanen 1/4 hektare. Sisanya bertahap” ucap Hernowo.

Saat ditantang oleh Kementerian Pertanian untuk membuka percetakan sawah yang lebih besar lagi, sembari berkelakar Alias Wello menjawab dengan santai. “Tahun ini stop dulu Pak, kita mau fokus pada optimalisasi lahan sawah, terutama untuk membangun saluran irigasi. Jadi dengan adanya irigasi yang baik, kami optimis kedepannya, kualitas dan kuantitas padi yang dihasilkan akan lebih baik pada panen-panen yang akan datang,” kata beliau.

Sebagai informasi, padi yang ditanam pada sawah tersebut merupakan padi dari varietas Inpago 8 (Inbrid Padi Gogo). Berbeda dengan padi irigasi yang memerlukan genangan air untuk bisa tumbuh, padi Gogo mampu hidup di dataran tinggi dan kering. Namun secara morfologi, tidak ada perbedaan antara tanaman padi irigasi dengan tanaman padi Gogo, yang membedakannya hanyalah tempat tumbuhnya, sehingga padi ini cocok dengan karakteristik tanah di Desa Lanjut.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Asisten II Setda Lingga yang sekaligus mendampingi Bupati Lingga, Sekcam Singkep Pesisir, Perwakilan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Satpol PP, Mahasiswa Kukerta UMRAH Tanjungpinang, serta masyarakat setempat. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *