Malam Taaruf Pererat Silaturahim Antar Kafilah

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Malam taaruf, adalah salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an Hadist ke-8 tingkat provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini merupakan ajang untuk berkumpul dan saling menyapa, bagi seluruh kafilah peserta yang hadir.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh suasana keakraban ini terselenggara di Kota Tua, Kecamatan Bintan Timur, Kijang. Menurut panitia pelaksana, acara ini akan disejalankan dengan peresmian air mancur di lokasi itu. (26/04/2019)

Tampak hadir dalam acara tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Sekda Kepri, Kakanwil Kemenag Kepri, Bupati dan Wakil Bupati Bintan selaku tuan rumah, Kepala Kemenag Lingga, Bupati/Walikota se-Kepri,Asisten Administrasi Umum Kabupaten Lingga,  Asisten Pemerintahan Kabupaten Lingga,   Kabag Kesra, Kepala OPD Kepri dan Bintan, Para Dewan Hakim, para ustad dan tokoh agama Kepri, serta official, pendamping dan juga perwakilan dari kafilah dari seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Kepri.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Lingga, Badiul Hasani pemilihan lokasi STQH VIII sangat keren. “Panitia lokalnya hebat, idenya brilian dalam memilih lokasi STQ,” kata beliau.

“Tentu lokasi ini akan ramai dikunjungi oleh masyarakat karena mudah diakses. Sepertinya, view yang ditampilkan tidak ada duanya di Kepulauan Riau,”tambahnya.

“Ditambah lagi lantunan tartil oleh juara 2 Nasional MTQ Nasional di Medan 2018 lalu. Menambah kehidmatan malam taaruf STQH VIII. Semoga,keindahan dan kelancaran suasana malam taaruf bisa dirasakan terus hingga penutupan nanti. Artinya, semua kafilah dapat menikmati suasana STQ dengan nyaman dan tidak ada kendala selama STQH berlangsung,” harapnya.

Selanjutnya pada kesempatan berbahagia ini, Apri Sujadi, S.Sos selaku ketua panitia pelaksana STQH provinsi Kepri tahun ini, mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah dari seluruh Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Kepri.

Beliau berharap, selama STQH ini nantinya agar tidak terjadi perpecahan karena mengejar gelar juara, namun haruslah mengedepankan persatuan dan kesatuan sesama umat beragama.

“Esensi STQH ini adalah bagaimana kita mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an,” ungkap Apri Sujadi.

Pembangunan agama di Kepri semakin hari semakin maju. “Khusus di Bintan saat ini sudah banyak dibangun rumah – rumah tahfiz.” ungkapnya.

Beliau berharap agar generasi muda Bintan khususnya, dan generasi muda Kepri umumnya, kedepan akan menjadi lebih agamis dengan adanya rumah tahfiz dan berbagai program pemerintah daerah yang mendukung kegiatan keagamaan ini.

Senada dengan Bupati Bintan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan hal yang sama bahwa pesantren tumbuh bak cendawan di Bumi Kepri. “Saya salut dan bangga dengan para pendiri dan pengelola pondok pesantren. Ada pesantren dikelola sendiri, ada yang dikelola yayasan. Tentunya saya sangat mengapresiasi hal ini,” jelas Nurdin.

Beliau juga mengungkapkan kebanggaannya kepada masyarakat Kepulauan Riau yang antusias untuk berlomba-lomba dalam memperdalam ilmu agama.

“Kalau untuk kegiatan semacam ini saya sangat mendukung, walaupun di kecamatan dan desa, saya akan datang Insyaallah. Seperti beberapa waktu lalu di Kabupaten Lingga itu. Mereka di pulau-pulau dan desa-desa sangat bersemangat melaksanakan STQ didaerahnya.” kata beliau bangga.

Pada kesempatan ini beliau juga mengabarkan bahwa, saat ini untuk penilaian dan penjurian, sudah menggunakan sistem elektronik, “jadi tidak bisa lagi kita beranggapan ada curang ini curang itu,” kata beliau sembari berkelakar.

“Untuk membangun ini semua,  bukan karena uang yang banyak, belum tentu banyak uang mau membangun fasilitas yang menunjang kegiatan keagamaan. Melainkan rasa ikhlas karena Allah. Bukan harta dan jabatan yang membuat kita mulia, tapi iman dan takwa,”
pesan beliau dalam sambutanya.

Diketahui dalam acara malam taaruf ini juga dihadiri oleh Mantan Menteri Agama RI, Said Agil Husin Al Munawar.

Kemudian acara malam taaruf ini pun ditutup dengan penekanan tombol bersama-sama perwakilan dari kafilah tiap kabupaten kota, sebagai tanda peresmian Air Mancur Tasik Tuah Gemilang, ikon baru kebanggan masyarakat Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *