Gubernur Kepri Hadiri Panen Perdana Udang dan Ikan Bandeng di Lingga

Diposting pada
Panen perdana udang di Desa Sungai Besar

Lingga (Media Center) Panen perdana pilot project pembangunan tambak udang/ikan bandeng ini dihadiri Gubernur Kepri, Sekdaprov Kepri H. TS Arif Fadillah, Bupati Lingga Alias Wello serta Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Komisaris Utama Bank Riau Kepri H. Mambang Mit dan anggota DPRD Lingga, Raja Gani Atan Leman.

Gubernur H. Nurdin Basirun menyebutkan, potensi-potensi yang masih tersimpan di berbagai pulau di Kepri harus digali. Potensi di darat, di laut kalau dikelola dengan baik akan memberi manfaat untuk masyarakat.

“Bonus dan potensi kita ubah menjadi bermanfaat untuk rakyat. Karena itu, hasil hari ini jangan hanya panen perdana, tapi terus panen ke depannya,” kata Nurdin saat panen perdana pilot project pembangunan tambak udang/ikan bandeng di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Minggu (21/1).

Menurut Nurdin, ada proses yang tidak sebentar untuk membuat pekerjaan seperti ini berhasil.  Proses-proses ini yang harus dihadapi dengan sabar. Nurdin memang melihat tambak udang di Desa Sungai Besar ini ‘manual’. Dia yakin jika kemajuan teknologi dimanfaatkan, hasilnya akan sangat baik.

“Semuanya bersemangat dan ada keinginan. Keinginan untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan di Kepri ini tiap daerah punya keunggulan masing-masing. Kepala daerahnya berinovasi dengan potensinya. Saling support antar daerah. “Berbangga dengan kabupaten kota yang berinovasi untuk kemajuan daerahnya,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengajak semua masyarakat agar bergandeng tangan bahu membahu dalam membangun negeri dan membuat negeri ini maju. Insyaallah jika semua kita lakukan bersama semua perkara akan bias kita selesaikan dengan mudah.

Ia menambahkan, Lingga kini semakin dilirik banyak investor karena potensi alamnya menjanjikan. Karena itu jika ada investasi yang masuk, sambut dengan karpet biru. Beri pelayanan terbaik dan kemudahan-kemudahan.

“Semoga apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi contoh daerah lain dengan memanfaatkan potensi-potensinya,” kata Nurdin.

Tambak udang dan ikan bandeng seluas sepuluh hektare ini merupakan CSR Bank RiauKepri. Dirut Bank RiauKepri Irvandi menyebutkan, apa yang dilakukan Pemkab Lingga dengan dana CSR sebesar Rp900 juta ini sangat tepat sasaran. Karena langsung meningkatkan ekonomi kerakyatan.

“Dana CSR ke Lingga jadi contoh untuk daerah lainnya. Ini tidak hanya ikannya saja tapi kailnya juga,” kata Irvandi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lingga Alias Wello mengatakan jika punya sumberdaya yang kuat dan didukung finansial akan bertambah beratus-ratus hektare tambak di Lingga ini. Kini, sudah ada dua investor yang ingin masuk sektor perikanan di dua wilayah di Kabupaten Lingga.

Dengan investasi sekitar Rp1,2 triliun untuk lima tahun ke depan, Alias mengatakan akan terserap sekitar 3.000 tenaga kerja. “Kita ditantang oleh kerja keras dan kerja nyata. Kita harus bisa,” kata Wello.

Menurut Wello, jika tidak pernah melakukan, tidak punya konsep, tidak punya visi, maka Desa Sungai Besar ini masih seperti semula. Dengan dana dan SDM yang terbatas, bahwa sumber daya alam yang ada di sekeliling ini sangat biasa ditambah suporting dana, hasilnya luar biasa.

Proyek ini dibangun sejak April 2017. Kini mulai menampakkan hasil dari lima tambak yang ada. Udang dari tambak ini bukan tabur benih tapi hidup dari alam sini.

“Kita bekerja maksimal untuk mendapatkan hasil yang optimal,” Kata Wello. (smi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *