Kadisdik Nilai Kedisiplinan Guru Lingga Mulai Membaik

Diposting pada
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Kasiman

Lingga (Media Center) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Kasiman menilai permasalahan kedisiplinan guru khususnya di wilayah kepulauan kabupaten tersebut, mulai membaik.

“Alhamdulillah masalah kedisplinan guru khususnya yang mengajar di kepulauan mulai menunjukkan perubahan yang positif. Saya terus memantau setiap harinya,” kata dia, ditemui di Daik Lingga, Rabu (13/2).

Menurut Kasiman, perubahan signifikan pada sisi kedisplinan guru di Kabupaten Lingga itu tidak terlepas dari efektifnya sistem monitoring yang diterapkan Disdik saat ini.

Sistem monitoring itu yakni dengan mewajibkan setiap guru terutama Kepala Sekolah untuk posting foto selfie kegiatan belajar mengajar setiap hari di sekolahnya masing-masing, ke grup Whatsapp yang telah disiapkan Disdik Lingga.

“Kalau dulu kita sering mendengar permasalahan guru bolos ngajar, terutama di daerah kepulauan Kecamatan Senayang, sekarang sudah menunjukkan perubahan yang baik,” ungkapnya.

Kedisiplinan, lanjutnya, menjadi salah satu faktor yang menentukan tingkat keberhasilan pendidikan. Untuk itu, kedisiplinan menjadi perhatian khususnya sejak ditunjuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Lingga.

“Saya sendiri yang memonitor kegiatan belajar belajar melalui grup WA ini. Setiap pagi mereka wajib absen di WA dengan mengirim foto. Jadi nampak wajah mereka di WA itu,” ungkapnya.

Selain monitoring, upaya Kadisdik yang pernah menjadi asisten Bupati Lingga itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah juga dengan melakukan pemerataan guru.

“Dalam waktu dekat ini kita akan memutasi guru-guru. Tujuannya pemerataan. Saat ini, ada 60 persen guru di kota, sementara daerah kepulauan kita minim guru,” terangnya.

Kondisi itu, menurutnya, membuat kualitas pendidikan di kota dengan weilayah kepulauan menjadi tidak berimbang.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan kita mutasi. Sudah kita petakan, kedepan tidak ada lagi wilayah yang kurang guru. Kasihan di pulau, mereka juga ingin mendapatkan pendidikan layaknya kota,” ujarnya.

Hal lainnya, ditambah Kasiman, guru juga akan mendapat tambahan penghasilan dari tunjangan uang makan.

“Ada tambahan uang makan, jadi sekarang ini jangan ada lagi guru yang buat alasan untuk tidak ngajar kecuali alasan yang bisa dimaklumi,” tutupnya. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *