BPBD Segera Perbaiki Kerusakan Balai Buta Aksara Suku Laut Pena’ah

Diposting pada
Balai tempat belajar mengajar anak suku laut Selat Kongki Desa Penaah roboh akibat badai. Net

Lingga (Media Center) – Terkait robohnya balai buta akasara di pemukiman suku laut Selat Kongky Desa Pena’ah akibat badai beberapa waktu lalu, akan segera dibangun ulang. Pemerintah Kabupaten Lingga melalui BPBD sedang menghitung anggaran pembangunan wadah belajar mengajar suku laut di tempat tersebut.

“Kita sudah dapat laporan. Segera tim kita bersama PU turun survei ke lokasi. Kita akan segera perbaiki,” kata Abdul Khatab, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Lingga, Selasa (23/8/2016).

Disampaikan Khatab, saat cuaca ekstim dan angin puting beliung yang terjadi di Selat Kongky tepatnya di pemukiman suku laut tersebut, pihak BPBD terlambat mendapatkan informasi.

Hal itu disebabkan sarana jaringan komunikasi wilayah desa Penaah masih belum begitu baik.

Perintah untuk memperbaiki sarana dan fasilitas di pemukiman suku laut, dikatakannya, itu datang dari inisiatif Wakil Bupati Lingga, yang kebutulan lebih dahulu mendapatkan informasinya.

“Kita baru tau hari Jumat lalu. Kemarin, kepala desa juga sudah datang kepada kita melaporkan hal ini. Untuk pembangunan ulang nanti, kita juga berharap ada bantuan dari Pemprov Kepri. Soalnya, anggaran kita di daerah sangat-sangat terbatas,” sambungnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Ia berharap, balai yang nanti dibangun untuk aktifitas belajar lebih layak dengan adanya bantuan pemerintah provinsi.

Sementara itu, Densy Diaz aktivis Jembatan Ilmu desa Penah menyambut baik respon cepat pemerintah daerah. Secara pribadi, ia juga telah melaporkan hal ini kepada BPBD Lingga dan Wakil Bupati agar segera melakukan perbaikan. Aktifitas belajar mengajar tidak boleh terlalu lama berhenti.

“Kita berterimakasih ada perhatian pemerintah. Kita berharap dapat secepatnya dibangun, agar anak-anak dan warga dapat kembali ikut belajar,” papar Diaz.

Balai yang dibangun nanti diharapkan Diaz layak dan nyaman sebagai sekolah alam bagi warga suku laut. Selama ini, minat warga cukup tinggi untuk belajar baca dan tulis. (*/MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *