Godok Muatan Lokal, Pemprov Kepri Kumpulkan Data Ke Lingga

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Tim kajian pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis muatan lokal di Provensi Kepri, kumpulkan data-data pendukung keraifan lokal masyarakat melayu di Lingga, untuk menunjang bahan riset kurikulum muatan lokal sekolah.

Hal tersebut sejalan dengan undang-undang muatan lokal republik Indonesia, yang mendukung upaya daerah otonomi mempertahankan kebudayaannya untuk terus meregenerasi.

Achmad Uzaimi, salah seorang anggota tim kajian di Kepri mengatakan, kajian SDM berbasis muatan lokal melibatkan 4 pakar dalam bidang penyusunan kurikulum dari Unversitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selain itu, dua tenaga ahli lainnya juga ada dari Kepri.

“Sebagai daerah otonomi dan amanat undang-undang, potensi daerah yakni muatan lokal harus didukung pemerintah daerah. Kita berharap, kabupaten kota ikut serta mendukung upaya ini,” ungkap Uzaimi kepada Batam Pos di Daik, Kamis (21/7/2016).

Sejauh ini di provinsi Kepri sendiri, diakui Uzaimi banyak sekali kearifan lokal yang bisa diterapkan menjadi bahan pendidikan. Termasuk di Lingga, sebagai Bunda Tanah Melayu dengan segudang sejarah maupun budaya melayu yang masih terjaga dengan baik.

“Sayang sekali kalu anak-anak kita generasi masa depan tidak mengerti dan paham akan kearifan lokal ini,” tambahnya.

Untuk itu, tim kajian sedang berusaha mengumpulkan lagi data-data yang bersumber dari komisi pendidikan DPRD, Dinas Pendidikan, Lembaga Adat Melayu, dan Dewan Pendidikan dengan melakukan wawancara. 

Beberapa potensi yang terkait muatan lokal tersebut yakni potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia terkait dampak positif dan negatif terhadap kualitas muatan lokal, potensi geografis baik aspek oseanologi (kelautan) dan antropologi, potensi budaya seperti adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal seperti seni. 

Selain itu, potensi historis juga menjadi salah satu kajian rencana penyusunan kurikulum untuk memperkuat muatan lokal Kepri tersebut. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *