Program Coremap CTI Sentuh Kreativitas IRT Desa Benan

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Program Coremap-CTI Fase III tahun 2016, untuk wilayah Kabupaten Lingga mulai dijalankan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) sebagai lembaga pelaksananya, mengarahkan kegiatan tahap awal tersebut dengan memberi pelatihan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis kepada sejumlah kelompok masyarakat di desa wisata Benan.

Melalui kegiatan tersebut, limbah kulit kerang, pasir, tempurung kelapa, dan sebagainya, yang selama ini terbuang percuma, diolah sedemikian rupa menjadi berbagai jenis kerajinan dan sovenir menarik, ciri khas desa wisata Pulau Benan.

Yuspiq, salah seorang tenaga ahli dari Batam yang ditugaskan memberi pelatihan kepada kelompok masyarakat Desa Wisata Benan, Minggu (29/5/2016) mengatakan, kegiatan pelatihan akan berlangsung selama 10 hari. Mulai dari tanggal 25 Mei sampai 3 Juni 2016.

“Ada 24 peserta yang ikut. Dari kelopok ibu-ibu PKK dan pengelola desa wisatanya. Mereka begitu antusias. Kami akan bantu pulau Benan menyiapkan souvenir khas dari potensi wisata baharinya yang dominan,” kata dia di Benan, Minggu (29/5/2016).

Meski baru pertama kali sampai ke Benan, Yuspiq melihat begitu banyak potensi lokal yang mampu diolah. Bahan baku dari limbah seperti kulit kerang, pasir, sabut, batok, daun hingga batang kelapa yang selama ini terbuang percuma, bisa diolah menjadi wadah tisu, parsel, lampu tidur, hiasan dinding, gantungan kunci, penampang cermin dan berbagai jenis kreasi lain.

Menurutnya, potensi ini harus menjadi perhatian pemerintah setempat kedepan. Karena banyak sekali yang bisa dibuat dan diolah dari bahan-bahan lokal yang ada. Efek terhadap kesejahteraan akan sampai kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga (IRT) yang memiliki kreatifitas, selaku pelaku usahanya.

“Mereka akan mendapat tambahan nilai ekonomi. Kami memberi pelatihan tidak hanya berhenti disini, minimal dalam waktu 3 bulan sekali, kami akan monitoring. Yang lebih penting, potensi ini dapat tergarap dan menjadi perhatian serius pemerintah untuk membantu mengembangkan usaha dan kreasi dari tangan ibu-ibu desa Benan ini,” tambahnya.

Ditempat pelatihan, Salbiah salah seorang ibu peserta pelatihan mengaku begitu senang dengan pelatihan yang digelar DKP Lingga tersebut. Ibu-ibu di desa, kata dia, bisa berkreasi dan memperkenalkan Benan sebagai wisata unggulan kabupaten Lingga lewat souvenir.

“Kami sangat senang. Ternyata banyak bahan-bahan yanf tak terpakai selama ini, bisa bermanfaat. Kami juga berharap, ibu Bupati dapat bertemu ramah dan datang ke Desa Benan untuk melihat hasil karya ibu-ibu disini dan dapat memberikan suportnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga Abang Muzni, melalui Kabid Pengelolaan Sumber Daya, Indra Rukian mengatakan pelatihan kerajinan kepada ibu-ibu desa merupakan bagian dari fase ke III kegiatan Coremap.

“Fase ke III Coremap CTI ini lebih kepada pemanfaatan, pengelolaan dan penguatan kelembagaan,” jelasnya.

Lewat kegiatan Coremap sebelumnya, penyadaran akan lingkungan laut, karang yang sudah mulai dirasakan dampaknya bagi tumbuh kembang pariwisata Benan, kreasi dan pemanfaatan menjadi tujuan akhir penyelataman karang. Dimana masyarakat wilayah-wilayah konservasi di Lingga, bukan hanya menjaga namun dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk menjadi ekonomi alternatif. Membentuk kelembagaan dan bisa memanfaatkan sumber daya yang ada namun ramah lingkungan.

“Menghasilkan SDM dan juga Prodak desa wisata. Kami mendukung usaha konservasi dan perlindungan serta pariwisata. Kedepan, kami harapkan langkah ini ada kerjasamanya dari instansi lain seperti Disprindakop. Agar nanti bisa memberikan bantuan, meneruskan kegiatan ini sebagai sumber ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Untuk kegiatan Coremap CTI ini, dijelaskannya bersumber dari dana pusat dan hibah dari Asian Development Bank (ADB).

Ditempat yang sama, Mar’at, kepala desa Benan menyambut baik digelarnya kembali kegiatan Coremap di desa Benan. Sebagai desa wisata yang baru memulai langkahnya, Benan sangat memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, salah satunya dengan pelatihan seperti ini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi desa wisata kami. Menunjang kesiapan kami sebagai masyarakat, untuk mengembangkan wisata bahari. Kami disini banyak potensi dan barang mentahnya, kelapa dan kerang bisa diolah. Begitu juga menunjang wisata selam, perlu guide-guide lokal yang siap,” tutupnya. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *