Pemkab Lingga Canangkan Pembibitan Ubi Pertangahan Juni

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Lingga rencanakan pencanangan perkebunan tapioka, dengan membuka lahan pembibitan Ubi Gajah seluas 30 Hektar, pada pertengahan Juni mendatang.

Peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor tersebut, akan digesa pemerintah daerah, mengingat ketertarikan yang cukup besar dari 3 perusahaan perkebunan untuk membangun industri pengolahan Ubi di Lingga.

Bupati Lingga alias Wello, Rabu mengatakan, dirinya telah menginstruksikan kepada para Camat dan Kades se Kabupaten Lingga, guna memastikan luasan tanah kas desa yang nantinya bisa digunakan sebagai lahan penanaman bibit ubi tersebut.

“Untuk perkebunan ubi, akan kita gesa dan kita mulai pada pertengahan juni mendatang. Sementara kita mulai pada area pembibitan seluas 30 hektar,” kata dia, di Daik Lingga.

Menurutnya, masadepan pertanian ubi saat ini cukup baik. Karena, selain menghasilkan produk tapioka, Ubi juga memiliki produk turunan seperti gaplek, Etanol serta Bio Etanol.

Bahkan dengan isu global warming yang mengharapkan 25 persen kebutuhan minyak dunia dapat digantikan dengan energi baru terbarukan (EBT), maka bio Etanol akan berperan cukup sentral sebagai pengganti BBM.

“Sudah ada 3 perusahaan yang positif membangun perkebunan dan pabrik pengolahannya di Lingga. Alokasi kita untuk 3 perusahaan perkebunan ubi ini tidak kurang dari 3 sampai 4.000 hektar lahan inti. Sementara plasmanya, dari masyarakat yang berminat bercocok tanam ubi,” tuturnya.

Jika masyarakat Lingga serius untuk membedarkan hal ini, maka masalah ekonomi di Lingga akan dapat sedikit teratasi.

Sejauh ini, dengan harga ubi yang masih stabil seharga Rp 800 per kilo, maka perhektar lahan masyarakat akan menghasilakan sedikitnya Rp 200 juta per satu kali masa panen.

“Durasi waktunya itu per satu kali masa panen yakni 8 bulan,” ungkapnya.

Sejauh ini, pemerintah daerah menargetkan lahan untuk pertanian ubi dapat dicapai sedikitnya 5.000 hektar, dari puluhan ribu hektar lahan potensial yang ada.

Jika terealisasi, maka bisa diestimasi hampir 1 triliun per satu musim panen. Artinya, dalam 1 bulan bisa ada 125 Miliar yang akan berputar di Lingga.

“Kita berharap, dengan terpenuhinya lahan 5000 ha untuk perkebunan ubi ini, dan harganya dapat stabil 800 perkilo, akan sangat besar manfaatnya. Untuk itu kita gesa,” tutupnya.

 

Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *