BPCB Sumbar Ajak Lingga Publikasikan Cagar Budaya

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Keberadaan benda cagar budaya (BCB) yang cukup banyak dimiliki Kabupaten Lingga, perlu diperkenalkan sampai keluar, kata Kepala balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Drs Nur Matias.

Menurutnya, keberadaan potensi tersebut dapat mendatangkan nilai ekonomis yang cukup tinggi dan mampu menunjang peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

“Anggapan bahwa sektor kebudayaan itu tidak seksi, sudah harus dirubah. Saat ini daerah yang memiliki potensi cagar budaya sudah membuktikan bahwa ada nilai ekonomis yang tinggi pada sektor tersebut,” kata dia, dalam dialog interaktif saat menggelar kegiatan sinergitas publikasi BCB, di Daik Lingga, Rabu (25/5/2016).

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan BPCB di aula kantor Bupati Lingga itu, salah satunya bertujuan untuk memberikan pemahaman serta langkah kebijakan kepada daerah, agar  kedepannya dapat mengakomodir dinas terkait, dalam upaya mengemas produk benda cagar budaya milik daerah.

Sehingga nantinya dapat dipublikasi dan dinikmati tidak hanya masyarakat lokal, tetapi sampai kepada masyarakat luar.

Saat ini, Kabupaten Lingga yang pernah menjadi pusat peradaban salah satu kerajaan besar nusantara, yakni Riau Lingga, memiliki berbagai situs peninggalan sejarah.

Ada yang sudah diangkat dan dikemas menjadi objek cagar budaya milik daerah, ada juga yang masih terpendam dan terus digali keberadaannya.

Namun sejauh ini, keberadaan BCB tersebut belum dapat memberikan dampak yang besar kepada daerah. Penyababnya, karena belum terpublikasi dengan baik.

“Itu baru yang didarat. Belum yang dilautnya. Untuk di ketahui, perairan Indonesia itu memiliki 5000 lebih barang muatan kapal tenggelam (BMKT). Diprediksi, BMKT terbanyak ada di sekitar perairan selat malaka hingga ke wilayah Lingga,” tuturnya.

Termasuk salah satunya keberadaan Kapal milik Vasco de Gama yang sedang dicari-cari dunia, jika dilihat dari catatan sejarah yang ada, kemungkinannya itu di Kabupaten Lingga.

Jika benar dan itu dapat di angkat, kata Nur, tentu akan meberikan nilai ekonomis yang tinggi bagi daerah.

Disisi lainnya, Nur mengatakan, kegiatan Sinergitas Publikasi BCB yang dilakukan pihaknya di Kabupaten Lingga tersebut, juga bertujuan agar kebesaran kerjaan melayu yang dulunya pernah berpusat di Daik Lingga, tidak sampai hilang.

“Kami menemukan banyak sekali sejarah peradaban masyarakat melayu Lingga yang menjadikan alasan kita untuk maju kedepan. Nilai-nilai ini dapat menjaga kita agar tidak terombang-ambing dengan budaya luar yang masuk,” tutupnya.

Pantauan Antara, BPCB Sumatera Barat yang menaungi sektor pelestarian cagar budaya untuk regional Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, dan Kepri tersebut, menggelar kegitan sinergitas publikasi benda cagar budaya, di Daik Lingga.

Kegitan itu akan berlangsung selam 3 hari, sejak tanggal 25 sampai 28 Mei 2016, dengan diisi sejumlah iven seperti dialog interaktif bersama peserta seminar yang ditayangkan secara live di radio lokal BTM FM.

Selain itu, ada pameran benda cagar budaya di Aula Kantor Bupati Lingga, serta gotong royong bersama masyarakat di sejumlah lokasi cagar budaya Daik Lingga.

 

Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *