Lingga Dukung Penuh Realisasi Infrastruktur Palapa Ring

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Lingga melaui Dishubkominfo menyatakan diri, siap membantu realisasi proyek pembangunan infrastruktur backbone fiber optik Nasional (Palapa Ring), yang akan dibangun pemerintah pusat di dua titik pulau Lingga. Fasilitas tersebut akan memecahkan permasalahan keterbatasan jaringan data hingga ke pulau terpencil di Kabupaten Lingga.

Said Asmarfizan, Kabid Komunikasi dan Informasi Dishubkominfo Lingga mengatakan, Kabupaten Lingga merupakan 1 dari 57 Kabupaten Kota yang mendapat fasilitas Palapa Ring tersebut.

“Pemerintah daerah menyambut baik program ini. Untuk Kepri ada tiga Kabupaten yang di fasilitasi, yakni Lingga, Anambas dan Natuna. Untuk Lingga itu ada dua titik, di Penarik dan Sekanah. Kedua titik kontrol jaringan ini di Pulau Lingga,” kata dia di Daik Lingga, Senin (16/5/2016).

Dia menjelaskan, program Palapa Ring merupakan program strategis Nasional, dimana ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) ke seluruh titik di Indonesia. Hal itu didasari oleh Peraturan Presiden No 3 tahun 2016, tentang percepatan proyek strategis Nasional.

“Pembangunannya di bagi tiga tahap, yakni wilayah barat, tengah dan timur. Proses lelangnya sudah selesai semua. Untuk paket wilayah barat yang mencakup NAL, Palapa Ring Barat di tunjuk sebagai badan usaha pelaksananya,” tuturnya.

Rencana pembangunan jaringan di dua titik pulau Lingga, kata Asmarfizan, akan dilakukan dengan penanaman kabel fiber optik dilaut dan di darat. Titik landing station Penarik, menggunakan jalur laut dari Kuala Tungkal Jambi. Sedangkan untuk landing station Sekanah, menggunakan jalur laut dari Batam.

Sejauh ini, lanjutnya, program tersebut sudah berjalan sampai penentuan lokasi landing point (BMH) dan landing station (NOC), di dua titik tersebut, sekaligus pengurusan perizinan penggelaran kabel Fiber Optik baik darat maupun laut, serta pengurusan IMB. Ditargetkan pada akhir 2018 mendatang, pembangunan infrastuktur ini sudah selesai.

“Tim survei SITAC sudah di Lingga untuk pengurusan izinnya. Mereka sudah melewati proses pembebasan lahan. Kita akan membantu memfasilitasi kebutuhan mereka untuk melancarkan urusan perizinannya di Lingga,” ungkapnya.

Jika proyek APBN yang menyerap ratusan miliar tersebut berhasil, terangnya, akan memecahkan masalah keterbatasan akses jaringan data di Kabupaten Lingga, hingga ke pulau-pulau kecil dan desa terpencil yang ada di wilayah Senayang, Singkep Barat, dan sebagainya.

Selain itu, program yang sejalan dengan Dishubkominfo Lingga tersebut akan menujang usaha pemerintah daerah menjalankan e-goverment, yang konektivitas jaringannya hingga ke tingkat Desa. “Kita akan siap membantu terwujudnya program ini,” tutupnya. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *