Momen Hardiknas, Pemkab Luncurkan Gerakan Peduli Pendidikan

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Lingga luncurkan gerakan peduli pendidikan, khususnya kepada masyarakat buta aksara di pesisir dan kepulauan, sejalan dengan momen peringatan hari pendidikan Nasional (Hardiknas). Peluncuran Kegitan tersebut dipusatkan di Kecamatan Senayang, karena alasan Kecamatan tersebut tertinggal dan terabaikan oleh pemerintah daerah, selama 12 tahun terakhir.

Bupati Lingga, Alias Wello, dalam meresmikan gerakan Lingga Peduli Pendidikan di Kecamatan Senayang, Minggu (1/5) mengatakan, bahwa dalam gerakan itu tidak hanya menuntut peran aktif pemerintah semata. Akan tetapi semua elemen yang bertanggung jawab terhadap masadepan daerah.

“Kondisi defisit memberikan banyak pengaruh pada berbagai sektor pembangunan, termasuk pembangunan sumberdaya manusia, maka peran pemerintah harus disertai dukungan semua elemen,” kata dia.

Menurut Alias Wello, ketulusan dan iklasan masyarakat akan menjadi dasar dalam gerakan kepedulian tersebut.

Ia mengambil contoh sebuah pengabdian dan dedikasi yang ditunjukkan Lensy Fluzianti, salah seorang relawan pengajar para buta aksara suku laut Selat Kongki Desa Penaah, Kecamatan Senayang.

Lensi yang tanpa difasilitasi pemerintah baik dari segi sarana prasarana maupun upah, tetap berdedikasi tinggi untuk mengabdi demi sebuah tanggung jawabnya sebagai masyarakat Lingga.

Ia telah berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Lingga, dengan terus menerus memberikan ilmu-ilmunya kepada masyarakat suku laut yang notaben buta aksara, selama lebih dari satu tahun.

“Kerja tulus dan ikhlas seperti yang ditunjukkan ibu Lensi, menjadi contoh kalau kita bisa berbuat ditengah keterbatasan,” ungkap Bupati yang sebelum gerakan Peduli Pendidikan ini, telah memulai gerakan Lingga Peduli Menanam pada momen 1 April lalu.

Terkait Kecamatan Senayang dijadikan sebagai lokasi Peduli Pendidikan, dijelaskan Alias Wello, karena merupakan komitmen dari Pemkab Lingga untuk lebih fokus membangun sumber daya manusia di kecamatan yang selama ini, seolah terlupakan oleh Pemerintah daerah.

Kecamatan Senayang dengan geografis kepulauan seharusnya membutuhkan alokasi APBD lebih besar, agar daerah ini bisa mengejar ketertinggalan dari kecamatan lain.

“Kedepannya Kecamatan Senayang harus menjadi fokus Pemerintah daerah. Tidak hanya dari segi pembangunan fisik, pembangunan sumber daya manusianya juga sangat penting,” tutupnya. (Antara) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *