Bupati Lingga Sampaikan LKPJ 2015 

Diposting pada

Foto: Bupati Lingga Alias Wello, menyerahkan LKPJ kepada Ketua DPRD Lingga, Riono. Ard

Lingga (Media Center) – Bupati Lingga Alias Wello, sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawban (LKPJ) kepala daerah, atas penggunaan anggaran APBD tahun 2015, di sidang paripurna DPRD Lingga, Kamis (28/4/2016) siang. LKPJ tersebut memaparkan pencapaian target pembangunan daerah dari relaisasi anggaran pada APBD 2015 lalu.

Paripurna yang diikuti 15 dari 20 Anggota dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lingga itu berlangsung hikmat, dan turut disaksikan seluruh jajaran pemkab Lingga, FKPD, Camat, Lurah, Kades serta seluruh SKPD.

Awe sapaan akrab Bupati Lingga yang baru dua bulan menjabat mengatakan LKPJ 2015, diawal penyampaiannya menyebutkan, LKPJ kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana kali ini terdapat dua pertanggung jawaban kepemimpinan, yakni mantan bupati Lingga, H Daria diakhir periodenya Agustus 2015, kemudian Penjabat Bupati Lingga Edi Irawan melanjutkannya sampai dilantiknya kepala daerah defenitif.

Dari berbagai sektor pendapatan daerah pada tahun 2015, disampaikan Awe, telah mengalami pergeseran cukup signifikan dari target yang dibuat daerah. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, salah satunya permasalahan defisit yang dialami negara.

Sementara itu, untuk menutupi kemerosotan pendapatan yang rata-rata bersumber dari APBN tersebut, tidak mampu disiasati daerah dengan memanfaatkan sektor pendapatan asli daerah (PAD). Oleh karena itu, beberapa rencana kegiatan pembangunan uang telah dibuat, terpaksa di efesiensi.

Menyoroti pendapatan daerah melalui sektor PAD, Awe menyebutkan, target pencapaian PAD yang pada tahun 2015 lalu sebesar 21 Miliar, mengalami pergeseran, atau terealisasi hanya 20 Miliar. Jumlah PAD tersebut juga tidak pernah mengalami peningkatan yang signifikan, dari sejak awal terbentuknya kabupaten Lingga.

“Ini menunjukkan kinerja pemerintah kurang memuaskan. Under target. Untuk tahun 2016, perlu ada peningkatan PAD, menggali sumber PAD dengan membuka peluang investasi yang sebsar-besarnya. Harus ada gerakan ramah investasi untuk meningkatkan PAD,” kata Awe.

Sedangkan untuk realisasi APBD tahun 2015 yang hanya Rp 572 Miliar, dikatakan Awe, tidak boleh terjadi lagi di tahun anggaran berikutnya. Karena dengan anggaran sebesar itu, Kabupten Lingga hanya akan jalan di tempat.

“Penurunannya berkisar Rp 138 Miliar dibanding tahun 2014. Perlu ada upaya memperoleh dana pusat. Koordinasi dengan satker dan kementerian untuk merebut DAK tahun 2016 dan 2017 nanti. Sekarang sudah tidak menjadi model lagi, hanya mengandalkan APBD. Tidak mungkin dan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan dengan mengharapkan dana itu. Bagaimana nanti, pemerintah benar-benar mampu memberikan kemudahan dan jaminan kepada investor untuk membangun dan mendongkrak PAD?,” ungkap Awe.

Dia menargetkan, pada APBD Lingga tahun 2017, pemerintah daerah harus mampu menargetkan anggaran mencapai 1 Triliun. Pencapaian yang tidak mudah itu, menuntut semmua jajaran SKPD harus bekerja extra, dan lebih cerdas dalam membuat program kegiatan pembangunan.

Kembali kemasalah peningkatan PAD melalui investasi, kata Awe, tentunya hal tersebut tidak akan terlepas pran legislatif Lingga. Dia berharap, pihak DPRD juga membantu usaha yang menjadi target besar Kabupaten Lingga kedepan, menjadi Lingga Terbilang.

 “Kita akan perbaiki sama-sama dan betul-betul berkerja, tidak ada satupun investasi tanpa rekomendasi DPRD Lingga lagi,” tutupnya. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *