Masyarakat Lingga: Ayah Punya Segudang Jasa Untuk Lingga

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Masyarakat Kabupaten Lingga sontak dan kaget mendengar kabar Gubernur Kepri, Drs H Muhammad Sani berpulang ke Rahmatullah.

Dia yang belum 100 hari menjabat sebagai orang nomor 1 Kepri di periode keduanya itu, sangat di hormati masyarakat Lingga.

Almarhum yang akrab disapa ayah Sani oleh masyarakat Kepri, khususnya Kabupaten Lingga itu, memeliki citra baik dan menaruh segudang jasa yang akan selalu di kenang masyarakat Lingga.

“Kita tidak menyangka, ayah yang belum 100 hari memimpin Kepri di periode keduanya, telah berpulang,” ungkap Putra, salah seorang masyarakat Kabupaten Lingga, Jum’at.

Menurut Putra, panggilan Ayah yang melekat pada HM Sani, bukan tanpa alasan. Sani, dimata masyarakat Kabupaten Lingga memang tampil sebagai sosok seorang ayah.

“Kalau ingat jasanya, kita merasa sangat kehilangan. Yang paling membekas di ingatan saya, waktu kita minta bantuan pembangunan misjid. Untuk soal yang satu ini, Ayah tak pernah pikir panjang, dia langsung bantu. Tak ada uang hibah, di pakai uang dari kantong pribadinya,” tutur Putra.

Ditengah kondisi defisit yang menimpa Kepri, kata Putra, Sani selalu optimis akan kemampuan daerah membangun. “Saya sangat ingat kata-kata beliau saat kampanye, “Pembagunan tidak akan pernah berhenti”. Kata itu menginspirasi kita untuk terus bangkit walaupun terpuruk dengan kondisi defisit,” ungkap Putra.

Begitu juga Bayu, salah seorang mahasiswa asal Lingga, yang menggemari sosok kepemimpinan Sani. Menurut Bayu, Sani sangat peduli soal pendidikan. Menurut Bayu, seorang Sani telah mencapai level kepemimpinan yang bijaksana. Tidak hanya tegas, namun jiwa kebapakannya ada dalam setiap kebijakan yang ia buat.

“Kita mendoakan, semoga beliau ditempatkan di sisi Allah SWT. Banyak jasa yang telah beliau torehkan untuk Kepri ini, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lingga,” tuturnya.

#Jasa Sani Untuk Bunda Tanah Melayu

Gubernur Kepri Muhammad Sani yang dikenal cukup kental dengan melayunya itu, telah menaruh segudang jasa untuk Kabupaten Lingga, khususnya dibidang kebudayaan.

Ditangannya, gedung lembaga adat melayu (LAM) Kabupaten Lingga  dan Museum Linggam Cahaya tegak berdiri di dalam area perkampungan melayu Istana Damnah, Daik Lingga.

Selain itu, penguatan program kebudayaan dari Provinsi tiap tahunnya selalu diarahkan ke Kabupaten Lingga.

Didalam kepemimpinannya, ia selalu menekankan bahwa melayu harus tetap menjadi tuan di tanahnya sendiri.

Karena filosofi kepemimpinannya pula, Sani meraih kemenangan telak dalam Pilgub 9 Desember lalu, di wilayah pemilihan Kabupaten Lingga.

#Sani Menyatukan Kembali Pulau Berhala yang Hilang

Pada periode pertama kepemimpinannya, HM Sani berhasil mengembalikan pulau Berhala kedalam wilayah administrasi Provinsi Kepulauan Riau, dibawah Kabupaten Lingga.

Usaha Sani bukan usaha yang mudah, mengingat saat itu, Sani harus berjibaku melawan berbagai upaya dari Provinsi Jambi,  dalam mempertahankan hak admimistratif pulau milik Sultan Lingga-Riau itu.

Sani bukan seorang yang mudah menyerah dan putus asa. Dia bersama tim pengusung pengembalian pulau Berhala, berkali-kali mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi (MK), atas keputusan Mendagri yang menetapkan pulau berhala bagian dari provinsi Jambi.

Selah keluarnya  amar putusan Mahkamah Agung bulan Februari 2012 dengan  menerima permohonan  Pemprov Kepri untuk membatalkan Keputusan Mendagri tersebut, secara otomatis mengembalikan pulau Berhala kedalam wilayah Kepri.

 

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *