Awe Ingin Bangun Lingga Dari Pinggiran

Diposting pada

Foto: Bupati Lingga Alias Wello, menunjuk lahan tidur yang berpotensi dibangun sawah. Ard

Lingga (Media Center) – Untuk mengeliatkan ekonomi di Kabupaten Lingga, Bupati Alias Wello lebih memilih konsep pembangunan yang dimulai dari wilyah pesisir atau pinggiran. Karena akan lebih efektif menekan angka kemiskinan di daerah.

Awe mencanangkan, tiap desa akan mengusung karakteristik potensi wilyahnya, untuk dimaksimalkan menjadi sebuah usaha yang bernilai ekonomi, dan dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat desa.

“Membangun dari pinggiran jauh lebih efektif untuk menekan angka kemiskinan di daerah. Ekonomi masyarakat desa akan tumbuh, dan secara otomatis berpengaruh pada ibukotanya,” kata Alias Wello, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Awe, konsep itu sejalan dengan program kerja yang diterapkan Presiden RI Joko Widodo yang dikenal dengan “Nawa Cita”. Pada poin ke tiga dari sembilan poin Nawacita itu yakni, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

“Jadi nanti tiap Kades diberikan studi tur ke daerah-daerah yang memiliki karakteristik potensi yang sama, dan sudah berhasil mengembangkannya,” terang Awe.

Direncanakan, April mendatang Awe sudah mulai mengajak para Kades di Kabupaten Lingga, melakukan studi tur ke sejumlah desa mandiri di Indonesia. Salah satu tujuan studi menurut Awe, yakni ke Kabupaten Pati. Kabupaten yang tekenal sebagai penghasil garam terbesar di Indonesia itu, akan dapat memberikan pelajaran berharga kepada sejumlah Kades di Lingga, yang wilayahnya berkarakter sama dengan daerah tersebut.

“Desa di Senayang, yang cursh hujannya rendah, paling tepat mengembangkan industri garam. Seperti di Kabupaten Pati. April mendatang kita bawa Kadesnya studi tur kesana,” tutur Awe.

Selain itu, daerah penghasil Kayu kelas I juga akan di ajak studi ke daerah penghasil kayu yang mampu mengembangkan potensi itu menjadi produk kreatif. “Daerah penghasil kayu juga perlu melihat langsung bagaimana cara mengplah kayu menjadi produk berkualitas,” ujarnya.

Desa-desa di Lingga yang memiliki potensi beragam, diharapkan Awe, akan mampu menumbuhkan ekonominya apabila potensi itu mampu di kembangkan. Dia juga berharap, langkah ini akan menjadi trobosan Pemerintah Daerah yang menyentuh hingga lapisan bawah. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *