Awe: Bangun Waduk Atasi Krisis Air Benan

Diposting pada

Foto: Bupati Lingga Alias wello, tinjau kondisi rawa yang akan dibangun Waduk Benan. Ard

Lingga (Media Center) – Menanggapi keterbatasan pasokan air di Desa Wisata Benan, Kecamatan Senayang, Bupati Lingga Alias Wello akan mengupayakan pembangunan waduk di pulau wisata tersebut. Rencana itu diharapakan dapat diakomodir pada APBD tahun anggaran 2017 mendatang. 

“Kita bangun Benan Waterfront di pulau ini. Daerah rawanya cukup luas. Ini akan jadi prioritas karena keberadaan air merupakan hal paling utama untuk menunjang industri pariwisata di Pulau Benan,” kata dia, saat meninjau lokasi rawa Desa Benan, Minggu (20/3/2016).

Dijelaskan Awe, keseriusan pemerintah daerah membangun pulau Benan sebagai titik pusat pariwisata bahari Lingga, haruslah ditunjang dengan ketersediaan fasilitas dasarnya seperti air dan listrik.

Selama ini, Benan masih berharap dengan keberadaan air sumur. Sedangkan saat musim angin timur yang curah hujannya rendah, membuat ketersediaan air sumur menyusut. 

Hal tersebut, kata Awe, tentu menghambat peluang investasi pariwisata masuk ke pulau pemilik 12 titik diving itu. “Kita akan bangun waduk tahap pertama, dengan APBD 2017. Nanti pakai filter untuk sanitasi airnya, bisa juga kita manfaatkan jadi kolam pemancingan dan membangun tempat wisata di sekitarnya,” tutur Awe.

Jika air dan listrik berkapasitas industri sudah tersedia di Benan, ungkap Awe, maka tidak akan sulit bagi pulau yang sudah dikenali banyak wisatawan macanegara itu, menjadi pusat pariwisata bahari Lingga. “Nanti di Benan ini pusatnya, dan pulau-pulau sekitar menjadi tujuan paket tur wisatsnya,” ungkap Awe.

Sebelumnya, dalam kunjungan Alias Wello ke Desa Benan, dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menyampaikan keluhan, salah satunya permasalahan keterbatasan air di desa wisata itu.

Sekretaris Desa Benan Salim, mewakili warganya menjelaskan, tiap musim angin timur, Desa Benan sering dilanda kekeringan. Kondisi itu sudah terjadi bertahun-tahun dan sudahpun diupayakan solusinya dengan membangun sumur bor di sejumlah titik sumber air.

“Sumur bor sudah banyak, tapi kalau curah hujan rendah, tetap saja kuota airnya sedikit. Lebih parah lagi kalau pas wisatawannya ramai,” tuturnya.

Kalau untuk pembangunan waduk, dikatakan Salim, memang belum pernah difikirkan sebelumnya. Melalui ide Bupati Lingga atas pembangunan waduk di lahan rawa desa, masyarakat berharap, itu dapat mengatasi masalah kekeringan di Benan.

 

Sumber: Koran Peduli

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *