Awe Temukan 400 Hektar Lahan Sawah Baru

Diposting pada

Foto: Bupati Lingga Alias Wello menunjuk kearah lahan tidur Desa Bukit Langkap yang siap digarap jadi sawah. Ard

Lingga (Media Center) – Setelah sukses merubah lahan tidur Desa Sungai Besar menjadi area persawahan, kini giliran Desa Bukit Langkap yang akan mendapat sentuhan sama. Bupati Lingga Alias Wello, yang datang membawa tim ahli persawahannya, Rabu (16/3/2016), menunjukkan ketertarikan pada lahan tidur seluas 400 hektar milik warga desa tersebut.

Menurut penjelasan tim ahli terhadap kondisi tanah di Desa Bukit Langkap tersebut, bahwa tanah wilayah itu subur dan memiliki karakter tanah sawah. Kontur lahan yang landainya serta ditunjang sumber air memadai, sangat menujang lahan tersebut dimanfaatkan menjadi area sawah irigasi.

Tak hanya itu, tim ahli juga meyakini tingkat kesuburan tanahnya cukup baik. Hal itu di tinjau dari keberadaan tumbuhan yang hidup di sekitar lahan, dimana banyak terdapat jenis paku-pakuan dan padi-padian tumbuh dengan subur. Ini menunjukkan bahwa tanaman padi yang berkarakter sama dengan tumbuhan tersebut juga akan tumbuh subur.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Desa Bukit Langkap atas keberadaan lahan tidur milik warga desa transmigrasi itu, semakin menguatkan keinginan Awe menggarap lahan desa di Kecamatan Lingga Timur tersebut.

Kades Bukit Langkap, Sudarmin menjelaskan bahwa lahan tidur tersebut milik sekitar 200 KK warga transmigrasi desa itu dan telahpun bersertifikat. Setiap KK memiliki 1 hektar lahan I, ditambah 1,5 hektar lahan II. Bahkan, sejak awal program transmigrasi pada tahun 1992, lahan itu sudah direncanakan sebagai area persawahan tahap II.

“Lahan ini dulunya adalah lahan trans II Kepri. Memang diperuntukkan untuk sawah. Ada juga patok irigasinya. Jadi sangar mendukung rencana Pak Awe untuk membangun sawah irigasi. Kalau airnya memadai, ada sungai yang mengalir dari bukit baygon,” terangnya, saat mendampingi Bupati dan tim ahli mensurvei lokasi.

Dia merasa yakin, rencana Bupati menggunakan lahan tersebut untuk investasi pertanian jenis pangan, akan sangat didukung masyarakat desa. Terlebih lagi karena warga desa Bukit Langkap notaben petani, dan sangat siap untuk bermitra dengan investornya.

“Kalau memang ini serius, dalam waktu dekat kami akan kumpulkan masyarakat desa untuk mendiskusikan ini bersama,” tuturnya.

Merespon keinginan tersebut, Awe meminta Kades mempersiapkan waktu dan tempat bersama warga desa untuk membahas hal itu, termasuk pola kerjasama yang nantinya akan di terapkan di desa tersebut.

“Kembali saya dari perjalanan dinas di luar daerah, Sabtu (19/3/2016) nanti, kita akan dudukkan ini bersama masyarakat. Saya akan bawa investornya,” tutur Awe.

Dikatakan Awe, potensi lahan tidur di desa Bukit Langkap harus dapat dimanfaatkan untuk menggeliatkan ekonomi kerakyatan di desa itu. Upaya ini juga akan menjadi bagian dari rencana Lingga menjadi salah satu daerah penyuplai pangan Kepri.

“Saya yakin target kita membuka area persawahan seluas 2000 hektar akan terpenuhi. Di Sungai besar di proyeksi hampir 1000 hektar lebih dan disini (Bukit Langkap) ada sedikitnya 400 hektar,” ungkapnya.

Seiring dengan sawah percontohan di Desa Sungai Besar, Awe berharap, lahan tidur Desa Bukit Langkap juga dapat segera digarap. “Seperinya kita akan datangkan lebih banyak lagi eskafator,” tutupnya. (KP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *