Bupati Lingga resmikan pasar baru Penuba

Diposting pada

Foto: Bupati Lingga Alias Wello, menandatangani prasasti peresmian Pasar Tradisional Penuba. Ard

Lingga (Media Center) – Bupati Lingga Alias Wello didampingi Wakil Bupati Lingga M Nizar, meresmikan pasar tradiaional Desa Penuba, Kecamatan Selayar. Pasar baru itu diharapakan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Alias Wello, dalam sambutannya sebelum meresmikan pasar tersebut mengatakan, sangat memgapresiasi program pemerintah sebelum kepemimpinannya itu. Pasar yang dibangun dengan dana DAK itu, haruslah benar-benar dapat termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Ini yang luar biasa sekali. Kita berikan apresiasi kepada pemerintah yang dahulu, saya tinggal meresmikan saja ,” kata dia, di halaman gedung pasar tradisional Penuba, Selasa (15/3/2016).

Menurut Awe, dengan membangun pasar ini merupakan bukti keseriusan pemerintah terhadap perekonomian masyarakat. Hanya saja beberapa kendala fasiltas seperti Listrik dan air bersih juga patut disediakan, agar menunjang fasilitas pasar ini benar-benar berguna.

“Listrik dan air bersih untuk penunjang pasar, akan kita usahakan di 2017. Kita minta nanri dimasukkan dalam pembahasan musrenbang, agar bisa di akomodir,” kata dia.

Selain itu, dikatakan Awe, beberapa saran dari legislator di DPRD Lingga, Zakaria, seperti pembangunan pelabuhan pendaratan ikan, juga ide yang sangat baik. Hal itu akan menunjang pasar penuba menjadi titik simpul perdagangan ikan.

“Saran pak legislator kita, Zakaria, juga tentang fasilitas pendaratan ikan. Nanti di musernbang akan dibahas hal ini. Kita harapakan dapat terealisasi 2017 nanti,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Disperindagkop, Muzamil Ismail, dalam laporannya mengatakan ruangan pasar ini terdapat 40 meja, dimana 20 meja untuk pedagang sayuran, 17 meja untuk pedagang ikan, 2 meja pedagang ayam, satu meja untuk dagangan lainnya.

“Kita pungut retribusi Rp 2500 perhari. Dengan sistem pungut per10 hari sekali. Namun untuk Tiga bulan pertama tidak tarik retribusi,” ujarnya.

Untuk tahap awal, dikatakannya, sebanyak 37 pedagang bakal menempati pasar tradisional ini. Pada tahap awal tidak dikenakan retribusi. “Tahun 2017 juga kita usulkan juga pembangunan pasar Senayang dengan nilai 2 Miliar. Kami harapkan dukungan dari bapak bupati,” tutupnya. (KP) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *