Taman Tanjung Buton Pilihan Warga Saksikan Gerhana

Diposting pada

Foto: Sejumlah masyarak berkumpul di taman Tanjung Buton untuuk menyaksikan gerhana. Istimewa

Lingga (Media Center) – Taman pelabuhan domestik Tanjung Buton Daik Lingga menjadi pilihan tempat berkumpul warga Daik saat menyaksikan fenomena gerhana matahari, Rabu pagi. Momen klasik gerhana meskipun hanya sebagian itu, tetap menjadi hal yang tak ingin di lewatkan masyarakat setempat.

Hasbi, salah seorang warga yang turut menanti puncak gerhana dari taman pelabuhan Tanjung Buton mengatakan, walaupun hanya gerhana sebagian, namun fenomena itu tetaplah menarik untuk di simak.

“Meski tak penuh, tapi tetap menarik untuk di saksikan. Ini langka, bisa puluhan tahun kedepan baru ketemu lagi,” kata dia.

Terkait lokasi itu yang dijadikan titik berkupul warga Daik Lingga, Hasbi yang juga pencinta fotografi menjelaskan, karena momen matahari terbit yang dapat di lihat dari situ, cukup indah.

“Dari sini kita dapat melihat momen matahari keluar dari garis cakrawala, kadang di hiasi dengan keindahan warna langitnya yang keemasan. Saat matahari setombak, kontak pertama GMT dapat dilihat jelas,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Hasbi, view di sekeliling pelabuhan Tanjung Buton juga menjadi alasan pencinta fotografi, mengabadikan momen gerhana tersebut.

“View di sekelilingnya pun bagus, di sebelah barat ada Gunung Daik, sebelah selatan ada view pulau wisata Mepar, di utara ada taman yang tertata baik, dan di timur ada Gerhana,” ungkapnya.

Kondisi ini, kata dia lagi, menguntungkan bagi para fotografer, karena mendapat objek yang banyak. Selain itu kemegahan cahaya pagi itu, biasanya akan memberikan warna foto yang maksimal.

Sementara itu terkait hilangnya tradisi keketok yakni, membuat keriuhan dari bunyi pentungan bambu atau kayu, gong, gendang, hingga beduk, dikatakan Hasbi, karena masyarakat sudah beradaptasi dengan ilmu pengetahuan.

Sehingga mitos-mitos seperti matahari dimakan naga itu tidak dapat ditangkap oleh logika. Terlebih lagi, tujuan keketok sebagai penanda atau signal terjadinya gerhana pada zaman dulu, sudah tergantikan oleh peran teknologi sekarang ini. (Antara) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *