Dishub Buatkan Alur Sungai Untuk Nelayan Pekajang

Diposting pada

Foto: Awe menunjukkan lokasi permintaan masyarakat Pekajang atas pembuatan alur sungai di Desa tersebut. 

Lingga (Media Center) – Bupati Lingga Alias Wello minta Dishubkominfo membangun alur sungai untuk mengatasi keluhan para nelayan Desa Pekajang yang kesulitan turun melaut saat air laut surut. Solusi itu diharapakan dapat terealisasi pada APBD Perubahan Lingga 2016.

 

“Kita minta Dishub buat alur sungai untuk akses keluar masuk perahu nelayan Pekajang. Saat laut surut perahunya tidak bisa keluar,” kata dia, ketika melakukan kunjungan ke pulau terluar Kabupaten Lingga tersebut, Sabtu (20/2/2016).

Awe mengatakan, kebutuhan nelayan Pekajang itu harus segera di akomodir pemerintah, karena akan memberikan solusi peningkatan ekonomi bagi masyarakat Pekajang. Dengan alur sungai tersebut, nelayan tidak lagi terkendala melaut saat surut.

Dia juga telah berkoordinasi dengan HM Ishak, kepala badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Lingga serta anggota DPRD untuk mengakomodir persoalan anggarannya. Diharapkan rencana itu dapat masuk dalam APBD perubahan Kabupaten Lingga tahun 2016.

“Masuk dalam APBDP nanti. Ini harus secepatnya,” tuturnya, usai melihat langsung kondisi pantai bersama Bappeda, DPRD dan beberapa petinggi lainnya.

Sebelumnya, beberapa nelayan mengeluhkan sulitnya beraktifitas saat laut sedang surut. Deretan karang yang berada di pantai membentuk pagar yang menyulitkan nelayan menurunkan perahunya kelaut.

“Kita susah turun kelaut pas laut surut pak. Karangnya sepanjang pantai,” kata Simon, salah seorang nelayan.

Dia berharap, keluhan masyarakat itu dapat seger di realisasikan pemerintah setempat dalam waktu dekat. “Kalau pas ikan lagi naik, sementara air surut, nelayan berfikir dua kali untuk turun ke laut, karena itu kita minta pemerintah membangun alur sungainya” tutur Simon.

Informasi yang di himpun MC, Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Lingga sudah memiliki DED untuk mengatasi masalah itu. Dalam DED tersebut, Dishub merencanakan pembuatan kolam alur dengan perkiraan anggaran sekitar 1,2 Miliar. Namun, karena anggaran yang belum tersedia, rencana itu masih tertunda realisasinya. Karena kondisi anggaran yang perlu di sesuaikan, Bupati Lingga minta Dishub mereview kembali dengan konsep sederhana tapi efektif. Bupati menggesa hal itu teralisasi pada APBD-P. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *