BUMDes Panggak Darat Berpeluang Kelola Air Bersih

Diposting pada

Lingga (Media Center) – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Panggak Darat, berpeluang mengelola potensi air bersih Bukit Tujuh yang terletak di kaki Gunung Sipincan. 

Dengan kondisi debit air bersih dari pegunungan yang cukup besar di tiga titik sumber airnya, jika dikelola dengan baik akan memberi manfaaat yang cukup besar bagi Desa tersebut. 

Sejauh ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal, meski sudah dibangun Imteknya sejak 2006 lalu. Saat ini, air bersih tersebut telah dialirkan kerumah-rumah warga desa Panggak Darat dan desa tetangganya Panggak Laut.

Kepala Desa Panggak Darat Zulmafrija, mengatakan sumber air bersih di desanya memang susah dikelola desa untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga dan masyarakat desa. Bahkan masyarakat desa sudah bersedia memberi iuran Rp 5000 perbulan untuk biaya petugas dan perawatan imtek dan bak penampungan.

“Sumber air mineral ini potensi yang bakal dikelolah BUMDes. Saya sudah dapat pihak ketiga. Dirjen pengembangan usaha ekonomi desa di pusat. Kita jemput bola ke sana,” ujarnya Rabu (27/1).

Mengingat potensi tersebut untuk masyarakat juga, kata Zulmafrijal, pengelolaan ini sudah dibahas di Peraturan Desa. Maka pada sejumlah pengusaha yang memanfaatkan air bersih untuk usaha baik itu, pabrik, usaha air minum, maka sesuai Perdes bakal dinaikkan iuran khusus Rp 15.000 perbulan.  

“Tiga titik di kaki Bukit Tujuh. Sudah dikelolah oleh Desa sejak tahun 2006. Dialirkan ke Panggak Laut. Masing-masing rumah membayar iuran Rp 5000 sepuasnya. Kalau untuk usaha, sesuai Perdes dikenakan Rp 15.000,” ungkapnya.

Biaya ini, kata Zulmafrijal bukan untuk keuntungan desa, namun untuk biaya perawatan dan petugas yang dikelolah melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa. Punya pabrik dan usaha, juga sudah dibuatkan Perdes. 

“Ini untuk biaya perawatan dan petugas. Nanti ini dikelolah oleh LPM,” imbuhnya.

Selain air bersih, lanjutnya lagi, sejumlah potensi yang bakal dikelolah BUMDes Panggak Darat adalah, sewa tenda, Kios desa dan lapangan olahraga badminton.  

Meskipun begitu, potensi besar adalah air bersih. Serta fasilitas untuk akses pendakian Gunung Sepincan atau Bukit Permata bagi pecinta wisata pendaki Gunung.

“Tahun ini, 2016 masuk pembangunan jalan menuju akses bukit Permata (Gunung Sepincan). Bukit Permata. Akses kita persingkat. Mau semenisasi. Kita mengelolahnya juga berkoordinasi dengan Disbudpar. Tujuan kita

memajukan Kabupaten Lingga. Kita berdayakan untuk masyarakatnya,” terang Kades yang baru dilantik pertengahan tahun 2015 lalu.

Kedepannya, jika pengelolaan sumber air sudah bisa diterapkan secara maksimal, dan transparan, maka pihak desa akan membuka satu rekening desa untuk masuknya iuran.

Begitu juga untuk peningkatan pengelolaannya, kedepan desa Panggak Darat dengan desa tetangga yang selama ini menerima air bersih dari Panggak Darat bakal mbangun MoU  dibawah naungan BKAD (Badan Kerja Sama Antar Desa).

Kalaupun ini nanti dikelolah PDAM, tutur Zulmafrijal desa tidak memghalangi, hanya saja harus melibatkan warga dan masyarakat desa Panggak Darat, supaya masyarakat dapat bekerja.

“Kita usahakan maksimal, ukuran bak saat ini masih 2,5 mx2,5m. Ini kita harapkan di bangun 6×8, juga kita koordinasikan dengan dinas PU,karena walau musim kemarau, Alhamdulillah air terus mengalir,”imbuhnya.(MC Lingga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *