Jalan Sungai Tenam Rusak

Diposting pada

Foto: Jalan Sungai tenam rusak parah akibat longsor. Istimewa

LINGGA (MC) – Sepanjang 50 Meter jalan lintas utara pulau Lingga yang menghubungkan Kota Daik dengan Pelabuhan Domestik Sungai Tenam mengalami longsor. 

Rusaknya fasilitas jalan tersebut dikarenakan tingginya curah hujan selama seminggu terakhir yang menyebabkan batu miring penahan jalan runtuh.

Pantauan dilapangan, kondisi jalan yang runtuh hampir memakan setengah badan jalan. Semantara itu, curah hujan yang tinggi pada bulan Januari, berpotensi memperparah kondisi kerusakan jalan serta mengancam putusnya akses jalan masyarakat Lingga menuju pelabuhan domestik Sungai Tenam.

Rusli, salah seorang warga desa Resun, kecamatan Lingga Utara, yang cukup sering melintasi jalan tersebut mengatakan, kondisi longsor jalan lintas Sungai Tenam sudah terjadi sekitar tiga hari yang lalu.

“Kita tahunya sudah tiga hari lalu. Waktu itu hujan deras. Mungkin longsornya karena batu miring tak mampu menahan air hujan,” kata Rusli, Selasa (5/1).

Dia berharap, pemerintah setempat segera merespon kondisi longsornya jalan tersebut. Mengingat, pelabuhan domestik Sungai Tenam akan segera di fungsikan pemerintah daerah pertengahan tahun ini.

Menanggapi longsornya badan jalan lintas Sungai Tenam, Kabid Bina Marga di dinas pekerjaan umum (PU) Lingga, Indra Asmara mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi terkait adanya longsor di sekitar jalan lintas Sungai Tenam.

“Kita sudah menerima informasinya dan kita sudah mengambil inisiatif untuk menghubungi pihak Provinsi,” kata dia.

Berdasarkan status jalan Sungai Tenam yang merupakan jalan nasional, dikatakan Indra, itu bukan murni kewenangan pihak PU Lingga. Namun secara inisiatif, pihaknya telah melakukan koordinasi kepada PU Provinsi.

“Statusnya Jalan Nasional, kita tidak memiliki kewenangan terhadap jalan itu. Tapi kita sudah menghubungi pihak PU Provinsi untuk melihat langsung kondisinya,” kata dia.

Dia juga mengatakan, untuk sementara ini PU Lingga akan sulit untuk berbuat lebih, karena ketidak mampuan anggaran di dinas tersebut. 

“Kondisi longsor ini cukup ekstrim, memperbaikinya tidak semudah membalikkan telapak tangan,” tutupnya. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *