Lanjutkan Program Coremap Fase III, DKP Gelar Inisiasi

Diposting pada

Foto: Pelaksanaan Inisiasi Coremaap Fase III, di Aula Lingga Pesona, Rabu (2/12). Istimewa

Lingga, MC – Dinas kelautan dan perikanan (DKP) Lingga, mengadakan inisiasi bersama sejumlah stackholder dari berbagai elemen terkait program Coral Reef Rehabilition dan Management Program (Coremap) Coral Triangle Initiative (CTI) fase III, di aula hotel Lingga Pesona Daik Lingga, Rabu (2/12).

Kegiatan tersebut dimaksud untuk memantapkan kelompok kerja kemitraan usaha bersama menyelamatkan coral di Kabupaten Lingga.

Agus Widayanto, S.Sos, kepalas seksi Jejaring Konservasi, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP, sebagai narasumber mengatakan, fase demi fase kegiatan penyelamatan terumbu karang ini di mulai dengan penyadaran pada Coremap fase I.

Sedangkan fase II, membangun ekonomi alternatif bagi kelompok masyarakat pesisir kawasan konservasi, dan fase ke III program penyelamatan terumbu karang dikatakannya lebih kepada sarana prasarana dan juga penguatan kelompok.

“Batas output dari kegiatan ini, harus ada sinergitas dan pemanfaatan di daerah. Coremap CTI ini, digulirkan melalui DKP dan masing-masing daerah. Kedepan, harus ada pemanfaatan seperti Wakatobi, Raja Ampat yang sudah sukses sebagai daerah wisata,” ungkap Agus, usai inisiasi tersebut.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan Coremap CTI ini, perlindungan kawasan konsevasi juga harus didukung oleh seluruh pihak. DKP dalam hal ini, harus bersinergi dengan dinas pariwisata, terlebih kawasan di kabupaten Lingga di fokuskan kepada pengembangan wisata bahari.

“Kita melakukan perlindungan di kawasan konservasi, dinas pariwisata perlu memanfaatkan keindahan alam. Kita melindungi karang, mereka memanfaatkan. Sesuai dengan rencana pengelolaan dan samakan persepsinya. Wisata itu, harus di bikin sesuai daya dukung kawasan. Artinya, kemampuan daya dukung satu kawasan sangat berbeda. Ekonomi pariwisata harus sesuai dengan daya dukung wilayah tersebut,” terangnya.

Di tempat terpisah, Sahlan, anggota kelompok desa wisata Benan yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, adanya kegiatan Coremap dari tahun 1998 yang telah berjalan, memberi dampak baik terhadap masyarakat pesisir. Ditambah lagi, dikembangkannya desa Benan, sebagai desa Wisata yang menawarkan keindahan bawah laut yakni olahraga snorkling dan diving di pulau Katang, Benan.

“Coremap ini, luar biasa. Pariwisata berkembang, yang jika dapat dikuatkan lagi kelompok ini akan memberikan dampak terhadap ekonomi masyarakat,” kata Sahlan.

Ditempat yang sama, Indra Rukian, kabid Penglelolaan Sumber Daya Kelautan, DKP kabupaten Lingga mengatakan perlindungan kawasan konservasi ini, harus benar-benar dapat dikuatkan oleh lembaga maupun kelompok dan mitra di lokasi Coremap untuk lebih mandiri.

“Kelompok yang harus tetap bergerak dan semakin mandiri. Program ini, juga harus bersinergi dan kerjasama dengan dinas-dinas terkait,” tutupnya.

Pantauan Antara, kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB pagi. Stackholder yang turut dilibatkan meliputi, SKPD terkait, UPTD, Pemerintah Desa, LSM dan kelompok masyarakat di tiga tujuh titik Coremap. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *