DKP Lingga Imbau Nelayan Bentuk Kelompok

Diposting pada

Foto : Abang Muzny, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kab Lingga. Ard

Lingga, MC – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lingga, Abang Muzny mengimbau para nelayan untuk membiasakan diri bekerja kelompok, atau membentuk sebuah komunitas nelayan.

Menurutnya, para nelayan akan lebih mudah terakomodir kebutuhannya dengan berkelompok. Bahkan bantuan pemerintah untuk membantu kebutuhan nelayan, juga lebih tepat sasaran.

“Kita mengimbau kepada para nelayan bekerja kelompok atau bentuklah komunitas nelayan. Banyak hal yang akan memudahkan nelayan itu sendiri kedepan,” kata dia di Lingga, Selasa (3/11).

Sejauh ini, ia menilai, para nelayan khususnya yang ada di Kabupaten Lingga, belum terbiasa bekerja dengan pola kelompok. Mereka (nelayan-red) lebih memilih kerja sendiri tanpa dicampuri pihak lain.

Sementara itu, sejumlah program bantuan dari pemerintah kepada nelayan, lebih banyak mengarah kepada kelompok.

Dijelaskan Abang Muzny, alasan pemerintah mengarahkan bantuan kepada kelompok, karena kelompok tentu lebih mampu memilah anggotanya yang membutuhkan bantuan.

“Bantuan pemerintah tentu lebih tepat sasaran,” tuturnya.

Selain itu, masih banyak keuntungan lain yang didapat dengan kelompok nelayan. Salah satu contohnya, ketika nelayan mengalami masalah atau kebutuhan mendesak, kelompok akan bisa membantu memecahkan masalahnya.

“Misalnya ketika nelayan mengalami masalah, kelompok akan membantu memecahkan masalahnya bersama-sama. Lebih baik lagi apabila, kelompok mampu membentuk koprasi simpan pinjam anggota,” kata dia.

Dilanjutkannya lagi, sistem kelompok nelayan itu akan terus berkembang dan memberi keuntungan banyak hal kedepannya.

“Yang pasti fungsinya ‘kan untuk menunjang perekonomian individu dalam tiap kelompok itu sendiri,” kata dia.

Selama ini, tambahnya, pemerintah daerah sendiri sudah berusaha membesarkan pola kelompok nelayan, dengan menunjuk beberapa orang penyuluh perikanan untuk membantu kelompok-kelompok nelayan lebih maju dan berkembang.

“Kita sudah bentuk tim penyuluh dan telah berjalan, namun karena anggaran yang tidak memadai di tahun ini, terpaksa kita rumahkan. Tim penyuluh ini, gunanya untuk membina kelompok,” kata dia.

Namun, terlepas dari usaha pemerintah, kata dia, keberhasilan pola tersebut kembali kepada nelayan itu sendiri.

“Semakin banyak kelompok nelayan aktif, maka kita juga akan lebih mampu menyerap bantuan  dari pusat,” tutupnya. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *