Desa Bakong Wacanakan BUMDes

Diposting pada

Lingga, MC – Pemerintah Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, wacanakan sebuah badan usaha milik desa (BUMDes), yang bergerak dalam usaha pemasaran hasil tangkapan para nelayan Desa Bakong.

Seperti yang di katakan M Nur Atan, Wakil Ketua BPD Desa Bakong, bahwa desa tersebut berpeluang membentuk sebuah badan usaha yang dapat memanfaatkan komoditi hasil tangkap nelayan yakni ikan bilis (teri).

“Desa Bakong berencana membentuk BUMDes, yang bergerak dalam pemasaran ikan teri hasil tangkapan nelayan di desa ini. Potensinya cukup besar,” kata dia saat ditemui di Lingga, Ahad.

Dia mengatakan, kuota hasil tangkap ikan teri oleh nelayan rata-rata bisa mencapai 1 ton per hari. Jika BUMDes mampu menampung hasil komoditi masyarakat tersebut dan mampu memasarkannya secara ideal, akan luar biasa hasilnya.

“Kalau bisa dipasarkan dengan selisih keuntungan dua ribuan saja perkilo, akan menghasilkan keuntungan yang lumayan besar untuk desa,”paparnya.

Untuk saat ini, dijelaskan Nur, nelayan masih kesulitan memasarkan ikan teri dengan harga yang stabil. Pasarnya bergantung para pengumpul yang datang dari daerah Meranti, Tembilahan dan Jambi. Harganya juga dikontrol pihak pengumpul.

Apabila BUMDes mampu menaungi dalam hal pemasaran komoditi tersebut, maka akan sangat membantu para nelayan.

Selain itu, dengan dibentuknya BUMDes, pihak desa juga dapat membuat program sosial untuk membantu kebutuhan para nelayan di desa Bakong. Tidak harus terus menerus mengandalkan bantuan dari daerah atau pusat.

“Sudah waktunya pemerintah desa mulai memikirkan untuk lebih mandiri. Dengan program BUMDes ini, bisa sebagai langkah awal kemandirian desa kita,” ungakapnya.

Tidak hanya memasarkan ikan teri saja, dikatakan Nur, banyak peluang dari sektor lain, yang bisa dikelola BUMDes Desa Bakong kedepan. Seperti industri perkapalan yang sudah turun temurun ditekuni masyarakat di desa tersebut.

“Masih banyak sektor lain yang bisa di kelola BUMDes kedepan. Intinya, usaha tersebut dapat menaungi dan memberdayakan masyarakat desa ini,” kata dia.

Namun harus disadari, pihak pemerintah desa juga memiliki berbagai kendala untuk merealisasikan rencana tersebut. Kendala utama yaitu sumber daya manusia. Saat ini, pihak desa belum menemukan SDM yang tepat untuk menjadi pengelola BUMDes tersebut.

“Tentu kita harus menyadari kendala-kendala yang ada di depan sana. Tidak mudah dalam mengelola sebuah usaha, apalagi badan usaha yang ingin kita buat itu, harus memiliki konsep matang, manajemen yang baik dan tertib administrasi,” ungkapnya.

Untuk itu, dia melanjutkan lagi, saat ini pemerintah Desa Bakong masih mengonsep dengan matang, rencana pembentukan BUMDes tersebut, dan mencari SDM yang tepat untuk mengelola badan usaha yang mampu menguntungkan masyarakat Desa Bakong kedepan.

“Kami masih membuat konsepnya agar tidak salah langkah. Kami juga akan mencari SDM yang siap dan mampu mengelola BUMDes ini kedepan,” tutupnya. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *