Promosi dan Investasi Lingga Tahun 2015 Stagnan

Diposting pada

Lingga, MC – Promosi dan investasi di kabupaten Lingga untuk tahun 2015, stagnan karena masalah keuangan daerah dan lahan hutan. Hal tersebut diungkapkan, Said Nur Syahdu, kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) kabupaten Lingga, Rabu (9/9).

Selain persoalan keuangan Kabupaten Lingga yang kembali defisit sehingga harus melakukan efesiensi terhadap sejumlah kegiatan, Nur Syahdu mengatakan, sejumlah lahan yang sudah diatur sesuai tata ruang pemkab Lingga juga masih tersangkut surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan. Hal ini juga menjadi salah satu kendala investasi, khususnya pariwisata dan perkebunan di Kabupaten Lingga.

“Kita stagnan tahun 2015 ini. SK Menhut tahun 2014, juga membuat sebagian besar wilayah kita masuk dalam kawasan hutan dan belum di putihkan,” tuturnya.

Akibatnya, lahan-lahan yang secara tata ruang Pemkab Lingga, diperuntukkan sebagai lahan perkebunan, terkendala untuk di investasikan karena SK tersebut. Padahal, Investor sudah melirik beberapa lahan untuk di buka sebagai lahan perkebunan seperti, perkebunan ubi kayu di Bukit Harapan.

Sementara itu, dia melanjutkan, untuk investasi pariwisata bahari, yang menjadi aset terbesar Kabupaten Lingga, dikatakan John, hanya di beberapa titik yang telah diputihkan dalam Peta terakhir Kemenhut.

“Yang sudah putih di pulau Benan dan Mensanak. Sedangkan pulau Katang, yang masih masuk wilayah desa wisata pulau Benan, masih berstatus hutan produksi. Padahal, sudah ada investor yang mau menanamkan modal di sana. Pulau Berhala, Kecamatan Singkep Barat dan Pantai Dungon, kecamatan Lingga Utara juga sudah putih. Sedangkan pulau Serak, desa Marok Tua, Singkep Barat, masih terkendala lahan hutan,” tambahnya.

Untuk dapat memancing investasi masuk ke Lingga, dikatakan Nursyahdu, pemerintah harus lebih dulu melakukan usulan pembebasan lahan. Terlebih kepada lahan-lahan masyarakat yang saat ini masuk dalam kawasan hutan yang juga memiliki potensi perkebunan maupun pariwisata.

Selain itu, infrastruktur, akses dan fasilitas pendukung yang lainnya untuk mencapai lokasi investasi tersebut, juga menjadi keterbatasaan Lingga saat ini.

“Soal fasilitas, infrastuktur dan akses, memang ini kelemahan kita. Hal ini juga yang kita buka seterang-terangnya kepada investor yang mau masuk ke Lingga,”tutupnya. (MC Lingga) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *