Keindahan Tersembunyi Dibalik Bukit Kongki

Diposting pada

Foto: Gugusan pulau Bladeng desa Penaah, dari atas Bukit Pulau Konki. Istimewa

Lingga, MC – Indah, menyenangkan, dan menyenjukkan hati, seperti itulah gambaran yang dapat  dirasakan, saat berada di Selat Laboh, Pulau Blading, Desa Penaah, Kecamatan Senayang. Pulau yang hanya berukuran 1000 meter persegi yang dikelilingi pulau-pulai kecil, sangat menawan.

Pasir digaris pantai yang luas, karang ditepian pulau yang sangat indah, serta hantaman ombak yang menjadi tontonan menyenangkan bagi siapaun yang datang ke lokasi tersebut.

Pantai ini masih sangat jarang dikunjungi wisatawan, namun meski demikian, sudah ada beberapa orang yang sudah sampai ke pulau tersebut, kususnya para pecinta alam, dan fothograpi yang ada di Daik Lingga.

Selat laboh Pulau blading, yang ada di Desa Penuba, Kecatamatan Lingga, Utara tersebut menyimpan keindahan alam, baik laut, maupun darat. Jika kita dapat berdiri diatas bukit Pulau Konki, kita dapat menyaksikan warna alam yang berpadu harminis diantara gugusan pulau-pulau. Gradasi warna laut tampak jelas dari atas bukit tersebut. Bahkan saat mata hari tebenam, keinddahan mata semakin dimanjakan dengan warna senja yang menawan.

Setiap orang yang datang ke tempat tersebut, tidak akan merasa kecewa, saat melihat keindahan ciptaan Tuhan yang dititipkan di Selah Laboh Pulau Blading Desa Penaah.

Karena keindahan pulau tersebut, Komunitas Pecinta Alam (KePAL) Lingga, ingin menikmati keindahan alam dipulau tersebut, dan ingin melakukan  sesuatu yang berguna dimas yang akan datang bagi siapaun yang hendak datang ke pulau blading.

Untuk mewujudkan keinginan KePAL tersebutp pada Sabtu (5-6/9), KePAL melaksanakan kemping di sekitar Selat Laboh Pulau Blading.

Kegiatan yang dilakukan komunitas yang sudah tidak asing di Lingga tersebut adalah untuk menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang dititip di Pulau Blading.

Adapaun yang dilakukan KePAL Lingga, di Pulau Blading, adalah mengambil beberapa spot pemotretan keindahan alam, baik waktu sore hari dan pagi hari, seta mengabadikan bebebrpa titik keindahan pulau Blading.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan melaksanakan penanaman pohon mangga dan pohon kelapa, disekitar Selat Laboh pulau blading.

Moran, koordinator acara jalan-jalan ke Pulau Blading menuturkan, kegiatan yang mereka laksanakan adalah untuk mengeksplorasi keindahan alam yang ada di pulau Lingga.” Sesuai dengan visi dan misi komunitas kita, bahwa menikamati dan megeksplor alam Lingga, inilah yang menjadi alasan kita sampai ke tempat ini (Pulau Blading_red),” kata Moran.

Dia menjelaskan, acara yang dilaksanakan KePAL, tidak semata-mata hanya menikmati alam saja, tetapi ada wujud nyata, kecintaan mereka terhadap alam tersebut.” Acara kita ini disi dengan penaman pohon mangga dan kelapa, tetapi disamping itu, kita juga melaksakan gotong royong membersihkan pantai dari sampah-sampah yang ada di sekitar lokasi pulau Blading,” jelasnya.

Gotong royong yang mereka laksanakan, adalah mengumpulkan sampah-sampah yang hanyaut kepulau tersebut, seperti botol aqua, jaring nelayan yang sudah tidak terpakai, serta kayu-kayu kecil yang mengotori pantai.” Jadi sampah yang disana kta kumpulkan selanjutnya pada malam hari kita bakar,” kata Moron.

Ditempat yang sama Sucipto,  ketua KePAL Lingga, menuturkan acara yang mereka laksanakan adalah lahir dari ide-ide angkota KePAL sendiri.

Dia juga menjelaskan, selain ide dari angota KePAL, acara tersebut juga mereka laksakan setelah melihat alam Lingga dari Geoogl Map.dimana Lingga dengan 630 lebih pulau didalamnya ada banyak pulau yang menyimpan keindahan yang tidak kalah menarik dengan tempat-tempat objek wisata seperti yang sering terlihat ditelevisi.

” Lingga ini sangat kaya dengan alam, setelah KePAL dibentuk, kita sudah banyak menjelah Lingga, mulai dari darat smapai lautnya,” kata Sucipto.

Sedikit Cipto menjelaskan, untuk darat sendiri KePAL, sudah mengekspor hampir seluruh gunung dan bukit yang ada di Pulau Daik Lingga.” Sudah hampir semualah, mulai dari Gunung Daik, Bukit Permata, air terjun Mentude, ceruk lansih, air terjun serteh, Air terjun Resun, Air terjun cindai manis, dan air terjun mak Onggal,” katanya.

Sementara untuk pulau dan pantai sudah sangat banyak mereka jelajahi, seperti pantai Dungun, pantai tanjung Kriting. Pantai pasir Panjang, Pulau Mengkuang, pulau Benan dan pulau blading,” terang Sucipto.

Dia berharap, apa yang mereka laksanakan berguna bagi masyarakat luas, terlebih bisa menjadi bahan referensi untuk pemerintah Kabupaten Lingga, untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Lingga.(BintanNews/MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *