Dinkes Lingga Butuh Dana Pendamping Tangani Filariasis

Diposting pada

Foto: Lingga ditetapkan sebagai wilayah endemis Penyakit Filariasis di Indonesia. Net

Lingga, MC – Dinas Kesehatan ajukan dana pendamping untuk melanjutkan program penanganan filariasis. Hal tersebut disampaikan oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga Ignatius Lutti, Jum’at (28/8).

Dijelaskan Lutti, program penangan penyakit filariasis adalah program pusat yang telah berjalan baik di kabupaten Lingga beberapa tahun terakhir. Hasil dari program tersebut juga telah mampu menekan angka penderita penyakit kaki gajah tersebut.

“Beberapa tahun terakhir, kita telah mampu menekan angka penderita filariasis di Lingga,” kata dia.

Untuk menjalankan program tersebut, dikatakan Lutti, harus didampingi dana pendamping, yang salah satunya sebagai meransang penekanan terhadap filariasis. Serta mengurangi gejalanya bagi penderita. Namun, kondisi anggaran daerah yang mengalami defisit, membuat Dinkes terkendala untuk meralisasikan sejumlah program kesehatan, termasuk filariasis yang membutuhkan dana pendamping tersebut.

“Sejumlah program kesehatan di Dinkes banyak yang dipangkas. Termasuk untuk mendatangkan dokter spesialis. Bukan itu saja, program-program pemeliharaan untuk sejumlah alat-alat kesehatan, maupun bangunan posyandu juga tidak ada di tahun ini,” tuturnya.

Lutti berharap, pembahasan APBD perubahan tahun 2015 yang dalam waktu dekat akan di bahas oleh DPRD, disetujui dana pendamping untuk program tersebut.

“Kita berharap di APBD-P 2015. Ini masalah duit. Fillariasis anggaran pusat perlu pendamping. Itu aja yang dijalankan,” imbuhnya.

Terkait penyakit filariasis tersebut, diharapakan Lutti, dalam lima tahun ke depan angka penderita penyakit kaki gajah ini, persentasenya dapat terus ditekan. Untuk itu ia mengajak semua warga agar mau menjaga kebersihan lingkungan. Pihaknya secara terus menerus akan mengampanyekan dampak dari penyakit filariasis ini sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat, begitu pentingnya menjaga lingkungan.

Catatan Antara, Program pemberantasan penyakit kaki gajah di Lingga dengan pemberian obat massal dimulai sejak tahun 2013 silam. Hal itu mengacu pada telah ditetapkannya daerah ini sebagai salah satu daerah endemis filariasis di Indonesia. (MC Lingga) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *