Lingga Siapkan Proposal 400 Milyar Bangun Rute Sail Karimata

Diposting pada

Foto: Tugu katulistiwa yang terletak di Tanjung Teludas, Desa Mentuda Kecamatan Lingga. Istimewa

LINGGA, MC – Pemerintah Kabupten Lingga telah menyiapkan proposal pembangunan 4 dari 18 titik labuh potensial digaris katulistiwa, yang dijadikan rute titik labuh sail karimata. Proposal dari hasil perencanaan sejumlah dinas terkait tersebut, diharapkan dapat menjemput anggaran pusat sebesar 400 Milyar.

Kepala Badan perencanaan dan pembangunan (Bappeda) Kabupaten Lingga, Ir H Muhammad Ishak mengatakan, pada tahun 2016 mendatang, kabupaten yang letaknya diwilayah paling selatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang juga di lewati garis khatulistiwa tersebut, akan menjadi salah rute event internasional Sail Karimata. Sedikitnya, ada empat buah titik labuh yang sedang di siapkan pemerintah daerah kabupaten Lingga yakni Sungai Tenam, Penuba, Mepar dan pulau Benan.

“Keempat titik labuh tersebut merupakan destinasi pariwisata unggulan daerah (DPUD). Garis khatulistiwa yang tepat melintasi pulau Lingga, yakni di Tanjung Teludas, desa Mentuda Kecamatan Lingga, menjadi alasan event internasional ini singgah ke kabupaten Lingga. Untuk itu, sesuai arahan Bappeda provinsi Kepri, pemerintah Lingga telah siapkan proposal untuk pembenahan fasilitas di empat titik labuh tersebut,” kata dia, Senin.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama dengan dinas terkait untuk menggodok proposal beberapa waktu lalu, yakni dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perhubungan dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

“Kita diminta Bappeda provinsi untuk menyiapkan proposal bersama dinas terkait untuk penunjang fasilitas titik labuh. Proposal yang kita ajukan Rp 400 Miliar,” ungkap Ishak, mantan kadisbudpar Lingga ini.

Untuk menunjang fasilitas yang ada, dikatakan Ishak, Lingga memang perlu berbenah. Ke empat titik labuh yang sudah di survei oleh pusat, sudah cukup layak menjadi destinasi kegiatan sailing. Namun, untuk kesiapan, perlulah dengan fasilitas pendukung dan pembangunan, sehingga kedepan, dampak positif dari kegiatan yang akan berlangsung, fasilitas destinasi wisata di Lingga benar-benar siap dan dapat digunakan terus menerus.

“Imbas dari kegiatan ini, kita dapat pembangunan fasilitas. Mudah-mudahan tahun depan, kita mendapatkan infrastruktur ini. Seperti di Sungai Tenam, pulau Penuba kecamatan Selayar, pulau Mepar dan juga komplek wisata sejarah istana Damnah di Daik, dan pulau Benan,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, untuk ke empat titik labuh, beragam item telah di usulkan dalam proposal tersebut. Seperti di pelabuhan Sungai Tenam yakni fasilitas air bersih, listrik, dan juga pelabuhan wisata menuju tugu khatulistiwa. Sedangkan untuk pulau Benan, yang menjadi pintu masuk kabupaten Lingga, pemkab mengusulkan pembangunan jalan lingkar 8 Kilometer mengelilingi pulau tersebut, ruang tunggu wisata asing, imigrasi, kastam, pusat sovenir dan oleh-oleh, termasuk penyedian air bersih dan bahan bakar serta pelabuhan wisata.

“Pelabuhan wisata menuju tugu khatulistiwa akan di bangun. Begitu juga tugu, akan kita bangun ulang. Tugu khatulistiwa yang ada saat ini, masih hanya tanda, jadi akan kita bangun yang lebih besar. Titik labuh yang akan dibangun, adalah titik labuh yang sudah punya program. Termasuk komplek istana Damnah, yakni jalan-jalan akan di benahi, panggung seni, jalan menuju lubuk papan dan listrik,” papar Ishak di ruang kerjanya.

Selain itu, khusus untuk Lingga, dia mengatakan, pemerintah pusat juga sudah mewacanakan pembangunan pelabuhan Yatch (kapal pesiar). Kesempatan besar tersebut, menjadi peluang besar Lingga mengambil kesempatan, membenah fasilitas titik labuh. Kabupaten Lingga dengan sedikitnya 530 buah pulau, dengan 96 persen lautannya, di sebut-sebut memiliki 18 titik labuh potensial bagi perahu Yatch. Namun, dikatakan Ishak, untuk dapat mempersiapkan semua titik labuh itu, perlu kajian lebih lanjut.

“Untuk Lingga, ada rencana pembangunan dari pusat yakni pembangunan pelabuhan Yatch. Memang kita punya 18 titik labuh potensial. Tapi kita fokuskan ke 4 titik yang utama yaitu Penuba, Mepar, Sungai Tenam dan Benan. Sisanya, kita perlu kaji lagi dan perlu singkronisasi antar dinas terkait, seperti dinas pariwisata,” tutupnya. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *