Tiga Komunitas Lingga Rencanakan Pengibaran Merah Putih Di Laut Benan

Diposting pada

 

Foto: Pengibaran bendera merah putih di bawah laut oleh para penyelam. Net

LINGGA, MC – Para pemuda Kabupaten Lingga yang tergabung dalam tiga komunitas, konsepkan agenda kegitan pengibaran bendera merah putih dibawah laut desa wisata Benan. Kegiatan yang juga disejalankan dengan bakti lingungan serta pelestarian dalam bentuk menanam pohon bersama tersebut, dimaksud untuk memeriahkan HUT RI ke 70 di Kabupaten Lingga.

Putra, anggota komunitas pecinta alam Lingga (KePAL), selaku koordinator kegiatan tersebut mengatakan, rencana menyemarakkan HUT RI dengan agenda bakti lingkungan dan pengibaran bendera dibawah laut Kabupaten Lingga itu, muncul atas usulan rekan pecinta alam serta mendapat dukungan dari rekan komunitas Dive Lingga dan komunitas Rumah Pohon.

“Awalnya kita rencanakan bakti lingkungan didesa wisata Benan, Namun setelah kita dapat informasi, komunitas Dive Lingga dan Rumah Pohon juga memiliki agenda dilokasi yang sama, jadi kita rembukkan untuk membuat satu rangkaian kegiatan bersama,”kata dia.

Putra menjelaskan, kegitan tersebut dimaksud untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air yang di aplikasikan dengan merawat dan menjaga keasrian lingkungan disekitar mereka. Sementara untuk lokasi yang laksanakan di desa wisata Benan, ia mengatakan, karena pulau Benan merupakan pintu masuk jalur domestik pertama ke kabupaten Lingga dan telah dirancang sebagai destinasi wisata maritim yang sangat potensial di Kabupaten Lingga. 

“Terlepas dari usaha kecil tiga komunitas ini serta keterbatasan dana, kita berharap Benan dapat menjadi wajah asri kabupaten Lingga yang akan meninggalkan kesan indah dan alami bagi para pendatang,”katanya. 

Ditempat yang sama, Ketua Komunitas KePAL menambahkan, kecintaan para anggotanya terhadap alam Lingga telah ditunjukkan melalui banyak kegiatan. Bakti Lingkungan dan pengibaran bendera bawah laut merupakan agenda yang sebenar sudah cukup lama dikonsep, namun baru saat ini dapat di laksanakan sejalan HUT RI ke 70.

“Selama ini kita sudah sering melakukan kegiatan di alam Lingga. Terutama di Hutan dan Gunung yang ada di Lingga. Jadi di HUT RI yang ke 70 ini, kita bersama komunitas lain yang ada di Lingga ingin mengadakan acara di pantai dan bawah laut. Selain eksplorasi, banyak hal yang akan lakukan di sana,” ungkap Sucipto, ketua komunitas pencinta alam Lingga (KePAL). 

Sucipto mengatakan, kegitan tersebut direncanakan berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal 15 Agustus, hingga selesai pengibaran bendera merah putih di bawah laut oleh komunitas Dive Lingga, ketika peringatan detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus. Selain itu, seminar tentang lingkungan dan transplantasi terumbu karang oleh narasumber dari coremap, di dinas kelautan dan perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, juga turut dimasukkan kedalam agenda kegitan.  

Lewat kegiatan seperti ini, dikatakannya lagi, komunitas di Lingga yang sudah cukup aktif seperti halnya KePAL Lingga sangat konsisten mengeksplorasi keindahan alam, gunung, hutan dan identifikasi tanaman langka yang telah berjalan setahun belakangan. Hal ini memberi warna tersendri untuk tetap mempertahankan keasrian dan mengenalkan kabupaten Lingga. 

Sementara komunitas Dive Lingga, yang baru terbentuk setelah mendapat pelatihan selam beberapa waktu lalu tak mau ketinggalan memanfaatkan moment HUT RI, untuk pertama kalinya mengibarkan bendera di bawah laut Pulau Benan yang menjadi salah satu spot wisata diving di kabupaten Lingga serta wisata maritim di Kepri.

Sedangkan komunitas Rumah Pohon, sejak setahun terakhir aktif dalam kegiatan swadaya. Turun langsung ke titik-titik yang memiliki potensi wisata dengan merespon barang bekas serta memoles sejumlah titik menjadi siap sebagai obejek dengan konsep ekowisata. Seperti rumah pohon yang di bangun komunitas dekat aliran sungai Tanda.

Keindahan dan kekayaan alam Lingga ini, juga menjadi salah satu alasan lahirnya komintas-komunitas di Lingga. Melalui kegiatan seperti ini, di katakan Sucipto sudah sepantasnya Lingga di perkenalkan dan perlu di eksplor lebih luas. Tidak hanya ke kalangan masyarakat Lingga dan pulau-pulau, namun lebih luas lagi mengabarkan kekayaan alam Lingga yang sangat perlu dijaga.

” Inti dari kegiatan yang akan kita lakukan ini, bukan hanya sekedar jalan-jalan atau menikmati alam. Tapi lebih kepada anggota Komunitas, agar memahami bahwa keindahan alam Lingga, perlu dijaga dan dipelihara,” tutupnya. (Ardhi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *