Musim Selatan, Nelayan Mepar Panen Udang

Diposting pada

Foto: Nelayan Desa Mepar panen udang di musim selatan. Net

Lingga, MC – Berbeda dengan wilayah pesisir lainnya yang keluhkan kuatnya gelombang musim selatan, nelayan pulau Mepar, kecamatan Lingga malah panen udang. Saat musim laut selatan, wilayah pesisir sebelah selatan pulau Lingga ini, memang mejadi ladang udang dengan beragam jenis dengan kualitas terbaik.

Ibrahim, salah seorang warga nelyan mengatakan, memang selama musim selatan berlangsung, nelayan musiman desa Mepar dan wilayah sekitarnya banyak mendapat keuntungan. Laut yang masih terjaga dengan baik, pesisir hutan bakaw yang rimbun memang menjadi tempat berkembang biak jenis udang dan hasil laut lainnya.

“Selesai lebaran hari ke tiga, kita (red nelayan) sudah mulai turun lagi melaut. Musim selatan ini, memang banyak udang,” tuturnya, Rabu (22/5).

Dikatakannya, pada saat musim selatan seperti saat ini, beragam jenis udang dapat ditemukan. Nelayan Mepar pun tak perlu jauh-jauh melaut, hanya ratusan meter dari bibir pantai, nelayan sudah dapat hasil yang lumayan cukup. Mulai dari udang kapur, udang putih, udang apolo dan juga udang merah atau udang king yang per kilogramnya mencapai Rp 85 ribu. Dalam sekali maelaut, rata-rata nelayan mendapat hasil 5 sampai 10 kilogram perorang.

“Tahun ini, hasil udang cukup lumayan. Memang kita disini tergantung musim. Nanti selesai musim selatan ini, masuk angin hulu barat, udang merahnya lebih mewah lagi,” tambah Ibrahim.

Sementara itu, berbeda halnya dengan nelayan pesisir wilayah kecamatan Senayang, kabupaten Lingga. Seperti contoh di dusun Buyu desa Rejai. Masuk musim selatan, sebagian besar warga tak berani turun melaut. “Gelombang masih kencang. Kami tak turun melaut,” ungkap Dolah, salah seorang warga nelayan dusun Buyu.

Akibatnya, dengan musim laut seperti sekarang ini, dengan pola masyarakat nelayan pesisir yang bergantung dengan musim, benar-benar jadi penentu ekonomi masyarakat yang bergantung sepenuhnya kepada hasil laut. (Bre/MC Lingga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *