Teknik Aquaponic Solusi Alternatif Bercocok Tanam Warga Pulau Benan

Diposting pada

Foto: Bercocok tanam sayuran di pulau benan, dengan menggunakan teknik aquaponik. Istimewa

Lingga, MC – Menanam sayuran dengan teknik Aquaponic menjadi solusi alternatif bagi warga pulau wisata bahari Benan. Teknik tersebut telah dicoba oleh seorang dokter di desa Benan, Reza dan mulai menunjukkan keberhasilan. 

Sebelumnya, masyarakat desa Benan memang cukup sulit untuk bercocok tanam sayuran, karena kondisi pulau Benan yang kecil sehingga  †äªªƙ ˚° memadai untuk lahan pertanian serta kontur tanah pantai yang sulit di tumbuhi tanaman berjenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi dan sejenisnya. Hal tersebut menyebabkan masyarakat Benan sulit untuk mendapatkan sayuran dan kalaupun ada, harganya relatif mahal.

Menurut Reza, teknik Aquaponic adalah salah satu alternatif bagi warga benan. Teknik tersebut dapat dilakukan masyarakat di pekarangan rumah-rumah mereka karena tidak membutuhkan wadah tanah. 

Selain itu, dia mengatakan, harga bahan untuk membangun wadah tersebut juga relatif murah. “Modal yang saya keluarkan tidak sampai satu juta,” ungkapnya sambil menunjukkan hasil riset bercocok tanam menggunakan teknik aquaponic tersebut, Sabtu (13/6). 

Dia yang baru 6 bulan ditugaskan di pulau Benan itu menjelaskan, teknik aquaponic tidak jauh berbeda dengan teknik hidroponic, hanya saja teknik Aquaponic yang sama-sama memanfaatkan sirkulasi air sebagai wadah, memiliki lebih banyak keunggulan, karena air yang digunakan untuk sirkulasi memanfaatkan air dari kolan ikan lele.

Adapun bahan untuk membangun wadah Aquaponic, Dijelaksan Reza, yaitu pipa PVC bediameter 5 centimeter, gelas plastik bekas air mineral kemasan, selang air untuk mengalirkan air ketanaman, sabut kelapa, untuk media tumbuhnya akar tanaman, pompa air kolam ditambah dengan bak pemeliharaan ikan.

Reza mengatakan, setelah dua bulan masa ujicoba tersebut, hampir 80 persen tanaman sawi yang ia tanam tumbuh subur. “80 persen tumbuh subur, tanpa pupuk, karena asupan makanan tanaman memanfaatkan sirkulasi air kolam lele,” katanya.

Setelah panen, dokter yang ramah dan cukup akrab dengan warga sekitar tersebut mengatakan, akan mencoba mensosialisasikan teknik aquaponik kepada tiap-tiap rumah tangga di pulau tersebut. diharapkan, setiap rumah mampu menanam sayur minimal untuk konsumsi kelaurga, dan dapat membantu asupan gizi bagi masyarakat benan. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *