Masyarakat Desa Pekajang Sambut Kunker Gubernur Kepri

Diposting pada

Foto: Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani bertatap muka dan menyaring aspirasi masyarakat Desa Pekajang. Ard

Lingga, MC – Masyarakat Desa Pekajang sambut hangat kedatangan gubernur Kepri H Muhammad Sani, dalam kunjungan kerjanya bersama rombongan SKPD dan DPRD Provinsi ke Desa Pekajang. Kunjungan orang nomor satu Kepri tersebut didampingi Wakil Bupati Lingga Abu Hasim, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Camat Lingga dan pimpinan SKPD se Kabupaten Lingga, Senin (6/4).

Camat Lingga, Agus Karyadi mewakili masyarakat Desa Pekajang menyampaikan kegimbiraan masyarakat desa Pekajang atas kedatangan orang nomor Satu se Kepri itu. Tentunya dengan harapan besar, kedatangan Gubernur dapat membawa perubahan pembangunan kearah yang lebih baik di Desa terluar Kabupaten Lingga, sekaligus perbatasan Kepri dengan provinsi Bangka Belitung (Babel) tersebut.

Selama ini, Dikatakan Agus, membangun Desa Pekajang bukan perkara yang mudah. Letaknya yang jauh dengan jarak tempuh Sembilan jam perjalanan laut mengunakan perahu, membuat desa ini menjadi terisolir. Bahkan, untuk menuju ke Lingga tidak selal ada perahu. Berbagai kendala lain seperti komunikasi juga menyulitkan masyarakat mendapatkan informasi seputar pembangunan daerah.

Dia berharap Gubernur Kepri dapat memberikan perhatian lebih terhadap desa yang menjadi batas wilayah Kepri tersebut, agar masyarakat yang tinggal di Desa Pekajang juga dapat menikmati kemajuan pembangunan Kabupaten Lingga dan khususnya lagi kemajuan Kepri sebagai Provinsi mereka.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani membenarkan, pembangunan desa Pekajang selama ini memang masih terkendala letaknya yang cukup jauh. Namun, hal itu bukan berarti dirinya dan segenap jajaran pemerintah yang berada dibawah kepemimpinannya tidak melakukan usaha untuk mengatasi kendala tersebut. 

Transportasi dan Komunikasi desa Pekajang sudah menjadi prioritas pemerintah Provinsi Kepri jauh sebelum kedatangannya ke desa Pekajang kali ini. Pemerintah sudah mencoba mengatasi masalah transportasi utuk desa Pekajang dengan membuat jalur pelayaran kapal perintis. namun, kapal tersebut terpaksa mnghentikan operasi di jalur tersebut karena kuota penumpang tujuan desa Pekajang sangat minim.

Sama halnya dengan kendala Komunikasi, Dikatakan Sani, Pemerintah Kepri sudah melakukan usaha dengan mengajak provider telkomsel membangun tower telekomunikasi di Desa Pekajang. Pihak provinsi telah mengucurkan dana untuk menyediakan lahan tempat berdirinya tower Telkomsel beberapa tahun lalu. Akan tetapi, karena telkomsel berorientasi kepada bisnis, mereka sepertinya tak sanggup mengaktifkan Jaringan komunikasi dengan jumlah kuota pemakaian yang minim.

Semua permasahalan tersebut, dikatakannya lagi, bukan merupakan masalah namun lebih kepada tantangan pemerintah Kepri dalam pemerataan pembangunan. “Kita sudah berusaha namun belum terealisasi. Kita akan terus berusaha mencari solusinya agar masyarakat disini bisa menikmati pembangunan tersebut. Kepada Masyarakat desa Pekajang, kita meminta untuk lebih bersabar,” ungkap Sani.

Sani mengajak, kepada seluruh pihak mulai dari masyarakat hingga jajaran pemerintahan se Provinsi Kepri, utuk bersama-sama membangun desa Pekajang kedepan. Khususnya kepada Dinas Kominfo dan Dishub Provinsi, Gubernur minta, agar terus berusaha mencari solusi terkait kendala yang dihadapi masyarakat desa pekajang.

Dia juga meminta kepada jajaran SKPD Provinsi, untuk mencatat semua kebutuhan desa pekajang. Catatan tersebut akan dikaji dan dijadikan prioritas pembangunan di tahun 2016 kedepan. Baginya, hal terpenting yang menjadi prioritas pembangunan daerah adalah saat kunker. Karena kebutuhan masyarakat yang disampaikan saat kunker adalah aspirasi langsung dari masyarakat. (MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *