Bappeda Lingga Harapkan Alokasi 137 Milyar Disetujui Pemprov

Diposting pada

Foto: Kepala Bappeda Lingga, M Ishak. Net

Lingga, MC – Melihat kondisi anggaran pembangunan Kabupaten Lingga yang cukup terbatas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga mengusulkan alokasi Dana sebesar Rp137 miliar untuk pembangunan tahun 2016 mendatang ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Hal tersebut sudah disampaikan Kepala Bappeda Lingga dalam acara Musrenbang Pemprov Kepri di Aula Kantor Gubernur Kepri baru-baru ini.

Untuk tahun 2016 mendatang, Pemkab melalui Bappeda Lingga telah menyusun rencana pembangunannya. Beberapa sektor yang dinilai berpotensi untuk memajukan ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga, menjadi prioritas ditahun 2016 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, M Ishak mengatakan, kajian pembangunan di tahun 2016 mendatang akan sangat berpengaruh pada kemajuan ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga. Bahkan, pembangunan kabupaten Lingga di 2016 mendatang disejalankan dengan enam prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri tahun 2016.

“Kepada Pemprov Kepri, Bappeda Lingga sangat berharap mengalokasikan anggaran pembangunan yang sedikit berlebih dan sesuai harapan Pemerintah Kabupaten Lingga mengingat APBD Lingga masih relatif kecil. Apalagi Kabupaten Lingga tidak termasuk daerah tertinggal. Dan tidak termasuk  daerah perbatasan  dan bukan pula daerah penghasil dan Free Trade Zone,” ujarnya.

Dikatakan M Ishak, usulan tersebut tersebar di 15 SKPD dan yang terbesar adalah usulan  pembangunan  bidang Pekerjaan Umum yakni sekitar Rp5 miliar berupa pembangunan jalan dan jembatan. 

Untuk bidang kesehatan, dilanjutkan Ishak, diusulkan  sebesar Rp10,8 miliar, Bidang pendidikan  Rp13,3 miliar, Dishub 13,2 miliar, Bidang Budaya dan pariwisata Rp20,3 miliar, Bidang Pertanian Rp14,8 miliar, Bidang perikanan Rp4 miliar dan lain-lain.

Dari beberapa usulan, dia menambahkan, Pemkab Lingga juga mengusulkan perlunya membuat kajian 2016 tentang potensi minyak dan mineral di Perairan Pulau Berhala. Serta pelabuhan perikanan (pusat pendaratan ikan) dan titik labuh pelabuhan pariwisata untuk kapal yach.(HK/MC Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *