Distanhut Lingga Rencanakan Penangkaran Buaya

Diposting pada

Foto: Salah satu tempat penakaran buaya di Indonesia. Net

Lingga, MC – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Lingga akan membuat penangkaran buaya yang meresahkan di Lingga. Sebelumnya, kondisi ini akan di identifikasi terlebih dulu.

Kepala Distanhut Kabupaten Lingga Rusli Ismail menuturkan bahwa untuk penangkaran buaya di Lingga pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Hewan Langka di Batam.  Karena, jenis-jenis buaya yang ada di Lingga harus diketahui berapa besar populasinya.

“Kita sudah persiapkan programnya. Sebelum ditangkar perlu dilakukan survey terlebih dahulu. Namun saat ini kita usahakan. Semoga saja tidak dipangkas,” ujarnya.

Disebutkannya, untuk survey populasi buaya di Lingga, pihaknya juga mengimbau pihak ketiga. Karena buaya sendiri termasuk binatang buas yang perlu mendatangkan ahlinya. Sementara di Distanhut belum ada ahlinya. Maka perlu melibatkan Balai Konservasi Hewan Langka yang ada di Batam.

Dijelaskan, survey buaya ini perlu dilakukan dengan pertimbangan bahwa jumlah populasi buaya di Lingga apakah cocok untuk ditangkar. Sehingga untuk hal ini, kata Rusli, perlu di datangkan ahli untuk survey populasi dan termasuk juga untuk survey lahannya.

“Selama ini kita tahu, populasi buaya muara di Lingga meresahkan warga. Maka untuk penangkaran buaya ini perlu dana. Maka kita juga imbau pihak ketiga,” ujarnya.

Sedikit diterangkan Rusli, yang namanya penangkaran butuh biaya cukup besar. Bahkan untuk pengelolaannya perlu pihak ketiga. Karena masa populasi hewan yang ditangkar perlu tiga keturunan untuk bisa di manfaatkan.

Sebagaimana diketahui, sejumlah sungai yang ada di Lingga, seperti Sungai Pinang merupakan salah satu tempat yang disukai buaya. Begitu juga dengan sejumlah sungai seperti di Teluk, Kudung terdapat tempat yang disukai buaya. Karena kawasan sungai ini merupKan kawasan sungai yang pinggirnya ditumbuhi bakau.

Bukan hanya di Sei Pinang, di Sungai Daik juga sering dijumpai buaya oleh sejumlah nelayan yang hendak melaut. Begitu juga pada tahum 2014 terdapat kasus seekor buaya menerkam warga di pinggir pantai yang tidak jauh dari tempat wisata Pantai Pasir Panjang.

Tidak berbeda dengan sungai yang lain, Sungai di Merawang juga sering dijumpai warga buaya melintas di sungai tersebut. “Memang buaya muara di Lingga sering di sejumlah sungai. Bagi nelayan yang hendak melaut perlu dijaga keselamatan,” tutupnya.(HK/MC Kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *