DKP Lingga bersama Kelompok Nelayan Mepar Panen Bawal

Diposting pada

Foto: Abang Muzni, Kadis DKP Kabupaten Lingga, ikut menyaksikan panen ikan bawal miliki kelompok nelayan Desa Mepar. Ard

Lingga, MC – Bantuan usaha budidaya ikan bawal bintang dan kerapu tiger dengan wadah Kerambah jaring apung (KJA) dari pemerintah Provinsi yang di kelola kelompok nelayan Tunas Baru desa Mepar, sudah memasuki masa panen selektif pertama, Selasa (3/3). Panen tersebut di hadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, beserta staf penyuluhan dan pembinaan kelompok nelayan tersebut.

Zubir, Ketua Kelompok nelayan Desa Mepar mewakili anggota kelompoknya, mengucapkan terima kasih atas bantuan usaha kerambah yang telah diberikan oleh pihak DKP Provinsi kurang lebih 5 bulan lalu itu. “Saat ini kami akan melakukan panen selektif pertama. Meski belum 100 persen berhasil namun kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah sudi memberi kami kesempatan yang baik ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bantuan pemerintah yang diterima kelompoknya cukup banyak, mulai dari kerambah, bibit, hingga pakan ikan. Selain itu, DKP Lingga juga turut memberi pelatihan dan pembinaan kepada anggota kelompoknya. 

“Ini pertama kalinya kami terjun ke usaha budidaya. Ada anggota yang berhasil, dan ada juga yang gagal karena ikanya banyak yang mati. Namun ini pengalaman berharga yang dapat kami jadikan pelajaran untuk kami melanjutkan usaha mandiri kedepannya,” ungkapnya.

Ramlan, Plt Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga menjelaskan, bantuan yang diberikan DKP Provinsi untuk tiga kelompok nelayan di Kabupaten Lingga. Selain desa Mepar dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 20 orang, dua kelompok nelayan lainnya yang menerima bantuan provinsi yaitu di pulau Medang. masing-masing kelompok memiliki anggota sebayak 10 orang.

Untuk bantuan yang diterima Kelompok Nelayan desa Mepar, dikatakan Ramlan, berupa kerambah ramah lingkungan berjenis HDPE, dua kantung kerambah untuk tiap anggota, bibit ikan bawal bintang sebanyak 11.700 ekor dan Kerapu tiger 7000 ekor, serta pakan ikan yang didatangkan sebanyak 2 kali.

Untuk Panen selektif pertama ini, lanjutnya lagi, para nelayan hanya memanen ikan bawal bintang yang berukuran layak panen, sementara yang belum layak panen akan dikembalikan kekerambah. Untuk pemasaran, hasil panen akan dijual kepasar lokal. 

Ramlan mengatakan, bantuan yang diberikan pihak provinsi hanya samapai pada masa panen. Selanjutnya nelayan tersebut diminta untuk mandiri.”selama ini pihak DKP sudah melakukan pembinaan kepada anggota kelompok nelayan. Kembali lagi kepada anggotanya, jika mereka serius tentunya akan berhasil,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala DKP kabupaten Lingga, Abang Mazni mengatakan, usaha yang dilakukan oleh kelompok nelayan desa Mepar sudah cukup baik. Meski terhitung gagal, namun tidak mengecewakan. 

“Kita tidak kecewa, mereka sudah mengelola dengan baik. Resiko rugi dalam dunia usaha itu wajar. Mereka juga baru pertama terjun ke usaha budidaya ini, jadi wajar saja jika masih banyak yang gagal. Selama para nelayan ini serius dan menunjukkan usaha untuk maju, pemerintah akan tetap membantu,” ungkapnya.

Dipilihnya Mepar sebagai tempat budidaya kerambah, menurutnya, karena sumberdaya pendukung usaha budidaya kerambah ini cukup lengkap. Selain pakan yang cukup banyak, kondisi air yg baik, dan resiko terserang penyakit pada ikan terhitung minim serta lokasi desa Mepar juga cukup dekat dan mudah di jangkau para penyuluh perikanan dari DKP lingga.

Dia berharap, kelompok nelayan desa Mepar dapat bertahan dan meneruskan usaha budidaya tersebut. Peluang untuk mandiri cukup besar. “Kalau saya sendiri, pastinya tetap akan saya bantu. Selama mereka serius, pemerintah akan terus menyokong usaha mereka,” tutupnya. (MC kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *