Maulid Nabi Merupakan Tradisi yang Membudaya di Lingga

Diposting pada

Foto: Makan bersama di Replika Istana Damnah pada perayaan maulid nabi yang digelar Disbudpar Lingga, Rabu (11/2). Ard 

Lingga, MC – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan suatu tradisi yang kini telah membudaya di tengah masyarakat kabupaten Lingga. Kegiatan yang mengandung banyak unsur dan nilai sosial tersebut merupakan salah satu dari beragam budaya yang berusaha dipertahankan pemerintah melalui Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lingga.

Kadisbudpar Kabupaten Lingga, M Asward mengatakan, perayaan Maulid Nabi merupakan hal yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat Lingga layaknya hari raya Idul Fitri. Kegembiraan masyarakat merayakan hari kelahiran rasullullah tersebut ditunjukkan dengan mengadakan makan bersama di surau tiap kampung secara bergiliran dengan mengundang warga kampung lainnya, hingga mengadakan jemputan dirumah-rumah warga.

Selain mengandung unsur religius, dia menjelaskan, Maulid nabi juga mengandung unsur silaturahmi dan nilai sosial lainnya. hal tersebut sudah berlangsung sejak lama. “Tak hanya religius, kegiatan ini juga mengandung unsur silaturahmi. Ini berlangsung turun temurun. Apabila suatu kampung atau suatu surau tidak menggelar perayaan tersebut, rasanya tidak afdhal,” ungkapnya, ketika ditemui usai merayakan Maulid Nabi yang digelar Disbudpar di replika Istana Damnah, Rabu (11/2).

Seiring perkembagan zaman dan terus bergantinya generasi, dia katakan, banyak dari nilai budaya yang hilang keasliannya. Bahkan generasi muda saat ini, banyak yang tidak mewarisi budaya tersebut, contohnya perayaan Maulid Nabi. Hanya sedikit orang yang bisa melantunkan bacaan maulaud dan berzanji. 

“Saat ini hanya sedikit orang yang bisa bermaulud dan berzanji. Bahkan, perayaan maulid nabi di banyak surau sekarang ini tanpa bermaulud, hanya melakukan berzanji saja,” paparnya.

Untuk itu, dia mengatakan, pemerintah daerah melalui Disbudpar berusaha mempertahankan budaya tersebut agar tdak punah seiring berkembangnya zaman dan bergantinya generasi. “Kita akan terus berusaha melestarikan nilai budaya Maulid nabi ini. Selain itu, kita sedang mencari cara agar generasi muda dapat belajar dan mewarisi keahlian bermaulud,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *