Dengan Konsep Natural, BPMP Lingga Buka Peluang Investasi

Diposting pada

Lingga, MC – Dengan potensi maritim yang besar ditambah lagi aset wisata alam yang tersebar luas di darat dan laut, membuat Kabupaten Lingga layak dijadikan tempat berinvestasi. Terlebih lagi konsep investasi natural (Blue and Green Investasi), yang sepertinya sangat tepat bila diterapkan dengan kondisi geografis Lingga tersebut.

Blue and green investasi artinya investasi yang tetap mengacu pada konsep natural. Seperti pengolahan sistem pelelengan ikan di Lingga. Konsep ini dirasakan tepat jika melihat sumberdaya maritim yang melimpah serta merta ditunjang sumberdaya manusianya (nelayan) cukup banyak.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Lingga, Said Nursyahdu mengungkapkan, hingga saat ini belum ada tempat pelelangan ikan (TPI) di wilayah Kabupaten Lingga, sehingga ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Lingga, keluar begitu saja tanpa ada imbas balik untuk daerah. Padahal jika dikelola dengan regulasi yang baik dari pemerintah didukung investor, akan memberikan dampak baik untuk pembangunan Lingga. 

“jika dikelola dengan baik dan jelas regulasi dari pemerintah yang didukung oleh investor, akan meningkatkan PAD dan ujungnya untuk pembangunan juga. Sedangkan hasil laut Lingga cukup melimpah, tinggal ditata dengan baik melalui konsep blue and green investasi,” ungkap Jhon, sapaan akrabnya Kepala BPMP Lingga, beberapa waktu lalu.

Untuk menuju ke Konsep tersebut, Jhon melanjutkan, memang membutuhkan investor yang kuat dan serius untuk mengelola perairan Lingga. Sumberdaya perariran yang melimpah di Lingga, sangat menguntungkan dan tentunya mendukung peluang investasi berkelanjutan.

Bicara lokasi, menurut Jhon, lokasi yang baik dan harus didukung blue and green investasi adalah Pulau Rejai. Daerah tersebut memeliki posisi strategis yang mudah di jangkau seluruh nelayan di Lingga serta strategis dengan daerah luar seperti Pinang dan Batam. Rejai direncanakan sebagai tempat pelelangan ikan (TPI). Lokasi tersebut, supaya menunjang fasilitas infrastruktur serta menunjang kesejahteraan  bagi seluruh nelayan di Lingga.

Tidak hanya disektor itu, dilanjutkannya lagi, potensi wisata alam Lingga yang masih terkait maritim seperti pantai dan terumbu karangnya, juga tidak kalah menarik dengan wisata-wisata laut dan pantai seperti di daerah Lagoi. Seperti Pulau Berhala, Benan, Penaah, Batu Belubang dan sebagainya. wilayah tersebut mempunyai eksotika yang sangat baik dan harus dikembangkan. Namun kendalanya tetap minimnya investasi.

Sedangkan didarat, konsep blue and green pada investasi perkebunan juga cukup baik. Wilayah Daratan seperti Pulau Singkep dan Lingga, tersedia lahan untuk membuka perkebunan karet, gaharu, sahang, dan ubi kayu. “Untuk di darat blue and green investasi cocok untuk perkebunan karet, gaharu maupun sahang dan ubi kayu,” tukas Jhon.

Dia menuturkan, untuk saat ini kendala pengembangan pembangunan di Lingga adalah masih minimnya fasilitas pendukung, seperti transportasi, serta infrastruktur kelautan yang mengakibatkan sejumlah investor berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Lingga.

Namun, seiring usaha pemerintah mengurangi kendala minimnya infrastruktur, Jhon berharap, sumberdaya maritim yang melimpah di Lingga dapat menjadi peluang bisnis baru bagi pemilik modal, terlebih lagi dengan konsep blue and green investasi. (MC Kab Lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *