Warga Daik Lingga Belomba Jadi Petani Sahang

Diposting pada

Foto: Aktifitas berkebun sahang oleh seorang warga. Net

Lingga, MC – Melonjaknya harga merica di pasaran hingga Rp 150 ribu perkilogram, membuat warga Daik Lingga berlomba-lomba menjadi petani sahang. Saat ini, lebih kurang 30 hektar lahan di pulau Lingga digunakan warga sebagai lahan pertanian sahang.

Pantauan di lapangan, mulai dari selatan pulau Lingga, yakni desa Kelumu, Malar dan Cenot, Daik hingga wilayah utara Panggak Darat, Resun, Jalan Sungai Tenam, Sungai Besar hingga di sebagian wilayah Teluk Lingga Timur, lahan diguganakan warga sebagai lokasi pertanian sahang.

Di Lingga, geografis tanah perbukitan dan pegunungan, serta panas angin laut membuat tanaman sahang sangat cocok di Lingga. Harganya yang melambung tinggi di pasaran juga membuat warga Daik dan sekitarnya tertarik untuk mencoba berinvestasi pertanian sahang ini.

Ican salah seorang warga Daik, juga melakukan hal yang sama. Lahan kecil dibelakang rumahnya juga dimanfatkannya untuk menanam sahang. Dari 70 tanaman yang ia tanam, sekali panen ia mendapatkan 30 Kilogram sahang yang di olah kemudian menjadi merica. 

“Nanamnya tidak terlalu sulit. Perawatannya juga murah. Hanya perlu dibersihkan saja. Paling sulitnya tahun-tahun awal saja, kalau sudah 3 tahun, sudah mulai panen,” ungkap Ican kepada media beberapa waktu lalu.

Selain lahan di belakang rumah, tanah yang ia miliki di bukit Cengkeh juga dimanfaatkan Ican menanam sahang. Ia berencana memperbesar lagi lahan yang ia miliki. Memang di Daik, untuk bahan-bahan seperti tongkat tanaman sahan dikatakannya sangat mudah di dapat. “Kayu (tongkat tanaman) cari dihutan sini saja, bahannya masih mudah. Ini juga membantu kita petani sahang. Hanya soal bibit, disini ada yang jual Rp 4000,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan semakin banyaknya lahan yang dimanfaatkan warga, dapat membuka pekerjaan baru sebagai penopang ekonomi masyarakat Lingga. Sebab, untuk lapangan pekerjaan dengan pendidikan terbatas, cukup sulit didapatkan di Kabupaten Lingga. 

Ia juga berharap, petani sahang Lingga mendapat perhatian serius pemerintah untuk terus berkembang. “Kita berharap pemerintah memberi perhatian kepada petani sahang seperti kita,” tutupnya. (Hasbi/MC Kab Lingga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *