DKP Lingga Survei Kebutuhan Alat Tangkap Nelayan Mengkuang

Diposting pada

Aktivitas sehari-hari warga Pulau Mengkuang, Desa Tanjung Kelit Kecamatan Senayang. Foto-Ard (MC Kab Lingga) 

Lingga, MC – Nelayan Pulau Mengkuang akan diperioritaskan untuk mendapat bantuan alat tangkap dan armada penangkapan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lingga, melalui pengadaan alat tangkap tahun anggaran 2014 lalu, yang masih tersisa sebanyak 20 persen dan dalam tahap verifikasi oleh tim verifikasi DKP Kabupaten Lingga.

Ramlan S.ST, Plt Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana DKP Kabupaten Lingga menjelaskan, ia telah ditugaskan oleh Kepala dinas, melalui sekretris DKP untuk mendata kebutuhan nelayan di pulau tersebut.

“Saya telah ditugaskan oleh Pak Said Andri (Sekretaris DKP) untuk turun langsung dan mendata kebutuhan nelayan di Pulau Mengkuang. Seharusnya hari ini saya sudah berangkat, namun karena ada kendala teknis, maka besok saya akan berangkat survei ke mengkuang, duara, dan pancur,” ungkap Ramlan, yang ditemui diruang kerjanya, Jum’at (9/1).

Selama ini, dijelaskannya, DKP belum pernah menerima proposal dari nelayan Pulau Mengkuang, jadi untuk data kebutuhan nelayan di pulau tersebut harus dilakukan pendataan.

Dia menjelaskan, 80 persen pengadaan armada penangkapan tahun anggaran 2014 sudah diserahkan ke nelayan berdasarkan data proposal yang masuk ke DKP, yang sebelumnya telah dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi DKP. Sementara itu, 20 persen lagi masih dalam tahap verifikasi. 

Dia jelaskan lagi, Jika hasil verifikasi dilapangan ditemukan data fiktif atau pemohon dinyatakan belum layak, maka DKP akan memperioritaskan bantuan tersebut kepada nelayan Pulau mengkuang.

“Jika hasil verifikasi propasal bantuan alat tangkap dinyatakan fiktif atau belum layak, DKP akan memperioritaskan pengadaan alat tersebut kepada nelayan Mengkuang, sesuai kebutuhan nelayan tentunya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pulau Mengkuang merupakan Pulau kecil berukuran 300 m2 yang terletak di Desa Tanjung Kelit Kecamatan Senayang. Pulau tersebut dihuni 22 kepala keluarga (KK) dengan Mayoritas pekerjaannya adalah nelayan tradisonal. (MC Kab. Lingga)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *